Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Kadar Vitamin D dengan Derajat Disabilitas Nyeri Pinggang Berdasarkan Oswestry Disability Index pada Wanita Pasca Menopause di Rumah Sakit Prof. Dr. Chairuddin P. Lubis Universitas Sumatera Utara Piotr Karol Borek; M. Fidel Ganis Siregar; M. Yusuf Rachmatsyah
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 4 No. 1 (2026): JHN: Journal of Health and Nursing, May 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v4i1.1806

Abstract

Wanita pasca menopause mengalami penurunan estrogen yang mempercepat kehilangan massa tulang dan meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal termasuk nyeri pinggang bawah. Hipovitaminosis D sering ditemukan pada populasi ini dan diduga menjadi faktor yang dapat dimodifikasi terhadap disabilitas akibat nyeri pinggang, namun bukti pada wanita pasca menopause Indonesia masih terbatas. Menganalisis hubungan kadar vitamin D dengan derajat disabilitas nyeri pinggang berdasarkan Oswestry Disability Index (ODI) pada wanita pasca menopause. Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang dilakukan di Poliklinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Prof. Dr. Chairuddin P. Lubis Universitas Sumatera Utara periode Februari–Juni 2026. Sebanyak 25 wanita pasca menopause yang memenuhi kriteria dilibatkan dengan teknik consecutive sampling. Kadar 25-hidroksivitamin D serum diukur dan derajat disabilitas dinilai menggunakan kuesioner ODI. Data dianalisis dengan uji independent t-test dengan batas kemaknaan p<0,05. Rerata usia subjek 59,4 ± 6,41 tahun, rerata usia menopause 50,8 ± 3,99 tahun, dan median lama menopause 7 (1–25) tahun. Rerata kadar vitamin D adalah 23,94 ± 6,37 ng/mL dengan rerata skor ODI 31,27 ± 10,7. Hipovitaminosis D ditemukan pada 22 subjek (88%). Disabilitas sedang merupakan kategori terbanyak (76%). Rerata kadar vitamin D pada kelompok disabilitas minimal, sedang, dan berat berturut-turut 22,52 ± 6,72; 24,77 ± 6,43; dan 18,8 ± 4,24 ng/mL (p = 0,413). Hipovitaminosis D sangat prevalen pada wanita pasca menopause, namun tidak ditemukan hubungan bermakna secara statistik antara kadar vitamin D dengan derajat disabilitas nyeri pinggang berdasarkan ODI. Nyeri pinggang pada populasi ini bersifat multifaktorial dan tidak dapat dijelaskan hanya oleh status vitamin D.