Penelitian bertujuan mengkaji bagaimana profitabilitas dan leverage berperan dalam membentuk kebijakan dividen, sekaligus menguji apakah ukuran perusahaan berfungsi sebagai variabel moderasi, pada perusahaan sektor barang konsumen primer yang tercatat di BEI selama kurun 2021–2025. Dengan pendekatan kuantitatif yang bersifat asosiatif kausal, penelitian ini memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan resmi yang dipublikasikan melalui BEI dan IDN Financials. Penerapan teknik purposive sampling menghasilkan sampel sebanyak 37 perusahaan dengan total 185 observasi. Data panel yang terbentuk dari 37 perusahaan selama 5 tahun pengamatan diuji melalui regresi data panel dengan pendekatan pooled Ordinary Least Squares (OLS) serta Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan SPSS. Temuan menunjukkan bahwa profitabilitas maupun leverage memberikan pengaruh positif terhadap kebijakan dividen. Ukuran perusahaan tidak terbukti memoderasi keterkaitan antara profitabilitas dan kebijakan dividen, tetapi terbukti memoderasi keterkaitan antara leverage dan kebijakan dividen. Kemampuan model dalam menerangkan variasi kebijakan dividen tercermin dari nilai Adjusted R² sebesar 18,9%, sementara 81,1% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Hasil tersebut memberi kontribusi bagi pengembangan signaling theory dan agency theory dengan memperlihatkan bahwa pada sektor barang konsumen primer, skala perusahaan yang lebih besar memperkuat fungsi disiplin utang dalam membentuk kebijakan dividen, tanpa memperkuat keterkaitan antara profitabilitas dan dividen. Secara praktis, temuan ini memberi acuan bagi manajemen dalam menyeimbangkan struktur modal dengan kesinambungan pembagian dividen, serta bagi investor dalam mencermati ukuran perusahaan sebagai konteks penting saat menilai sinyal kebijakan dividen berbasis leverage..