Construction work, particularly concrete casting activities in confined areas, has a high risk of occupational accidents and therefore requires systematic safety management. This study aims to evaluate the effectiveness of the Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) method in reducing occupational safety risks in concrete work for wastewater treatment plant (WWTP) tanks. The research employed a quantitative descriptive approach, with data collected through field observations and questionnaires distributed to 40 respondents directly involved in the work. Data analysis was conducted using IBM SPSS Statistics 27 through validity and reliability tests, descriptive analysis, and paired sample t-test. The results identified 20 potential hazards, with risk levels predominantly classified as high to very high before the implementation of control measures. After applying technical, administrative, and personal protective equipment controls, the risk levels decreased to moderate and low categories. Statistical testing showed a significance value (Sig. 2-tailed) of less than 0.05, indicating a significant difference between conditions before and after the implementation of the HIRADC method. It can be concluded that the HIRADC method is effective in reducing occupational safety risks in high-risk concrete work, particularly in confined excavation areas. ABSTRAK (Bahasa Indonesia) Pekerjaan konstruksi, khususnya pada kegiatan pengecoran beton di area terbatas, memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi sehingga memerlukan pengelolaan keselamatan yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) dalam menurunkan risiko keselamatan kerja pada pekerjaan beton kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan dan penyebaran kuesioner kepada 40 responden yang terlibat langsung dalam pekerjaan. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics 27 melalui uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, serta uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20 potensi bahaya yang teridentifikasi, dengan dominasi tingkat risiko pada kategori tinggi hingga sangat tinggi sebelum pengendalian diterapkan. Setelah dilakukan pengendalian berupa tindakan teknis, administratif, dan penggunaan alat pelindung diri, tingkat risiko menurun menjadi kategori sedang hingga rendah. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) < 0,05, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah penerapan metode HIRADC. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode HIRADC efektif dalam menurunkan tingkat risiko keselamatan kerja pada pekerjaan beton berisiko tinggi, khususnya pada area galian terbatas.