Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PISAAN DALAM PEMBERIAN ADOK UPACARA ADAT LAMPUNG PEPADUN Safira Maulana
Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/tiyuhlampung.v10i1.2306

Abstract

Pisaan Lampung merupakan salah satu bentuk puisi lisan tradisional masyarakat Lampung yang berfungsi sebagai media penyampaian nasihat, nilai moral, serta ekspresi budaya. Karya sastra ini biasanya dilantunkan dalam berbagai upacara adat, terutama pada prosesi pernikahan, sebagai ungkapan restu dan doa kepada mempelai. Penelitian mengenai Pisaan Lampung penting dilakukan untuk memahami struktur, fungsi, dan makna yang terkandung di dalamnya sebagai warisan budaya takbenda. Melalui analisis tekstual dan konteks pementasan, penelitian ini menunjukkan bahwa Pisaan Lampung tidak hanya memiliki nilai estetika dalam pilihan bahasa dan irama, tetapi juga memuat nilai-nilai kearifan lokal seperti penghormatan kepada orang tua, pentingnya menjaga hubungan sosial, serta pedoman hidup bermasyarakat. Dengan demikian, Pisaan Lampung berperan sebagai sarana pewarisan identitas budaya dan pembentukan karakter generasi muda Lampung.   Lampung Pisaan is a form of traditional oral poetry of the Lampung people that serves as a medium for conveying advice, moral values, and cultural expression. This literary work is usually sung in various traditional ceremonies, especially at wedding processions, as an expression of blessing and prayer for the bride and groom. Research on Lampung Pisaan is important to understand the structure, function, and meaning contained within it as an intangible cultural heritage. Through textual analysis and performance context, this study shows that Lampung Pisaan not only has aesthetic value in the choice of language and rhythm, but also contains values of local wisdom such as respect for parents, the importance of maintaining social relationships, and guidelines for living in society. Thus, Lampung Pisaan plays a role as a means of inheriting cultural identity and character building for Lampung's younger generation.