Latar belakang. Penyakit jantung rematik (PJR) merupakan komplikasi menetap dari demam rematik akut (DRA) yang masih menjadi masalah kesehatan utama di negara berkembang, termasuk Indonesia. PJR berat memiliki prognosis buruk dan dapat menyebabkan gagal jantung, kebutuhan operasi katup, bahkan kematian. Prediktor kerusakan katup berat pada PJR di Indonesia belum banyak diteliti.Tujuan. Mengetahui faktor-faktor prediktor kerusakan katup jantung berat pada anak dengan PJR, meliputi faktor klinis (usia ?10 tahun, jenis kelamin perempuan, status gizi buruk, derajat PJR saat diagnosis, dan gagal jantung simtomatik) serta faktor laboratorium (LED, CRP, dan RNL).Metode. Studi kohort retrospektif pada 110 pasien PJR usia 5-18 tahun di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta (Januari 2019-Desember 2023). Analisis bivariat menggunakan uji chi-square, dilanjutkan dengan regresi logistik multivariat. Hubungan dinyatakan dengan odds ratio (OR) dan interval kepercayaan (IK) 95%.Hasil. Sebanyak 66,4% subjek mengalami kerusakan katup berat. Analisis multivariat menunjukkan tiga prediktor independen, yaitu CRP >5,465 mg/dL (OR=2,91; IK 95% 1,139-7,414; p=0,026), gagal jantung simtomatik (OR=4,34; IK 95% 1,629-11,551; p=0,003), dan derajat PJR sedang-berat saat diagnosis (OR=4,28; IK 95% 1,527-12,015; p=0,006). Variabel usia, jenis kelamin, status gizi, LED, dan RNL tidak menunjukkan hubungan bermakna.Kesimpulan. Gagal jantung simtomatik, derajat PJR sedang-berat saat diagnosis, dan peningkatan CRP merupakan prediktor independen kerusakan katup berat pada PJR. Ketiga faktor ini dapat digunakan sebagai dasar stratifikasi risiko dan deteksi dini untuk mencegah progresivitas penyakit.