Dinamika lingkungan kerja menuntut organisasi tidak hanya melakukan penyesuaian pada aspek operasional, tetapi juga mengelola pengalaman karyawan sebagai bagian dari proses adaptasi. Dalam perspektif manajemen perubahan, fleksibilitas kerja dan kompensasi dapat dipahami sebagai praktik pengelolaan sumber daya manusia yang relevan dalam mempertemukan tuntutan organisasi dengan kebutuhan karyawan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran fleksibilitas kerja dan kompensasi dalam membangun kepuasan karyawan serta menginterpretasikan temuan tersebut melalui perspektif manajemen perubahan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 92 karyawan Mie Gacoan Kota Palu. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis melalui regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fleksibilitas kerja berhubungan positif dan signifikan dengan kepuasan karyawan (B=0,169; t=2,420; p=0,018). Kompensasi juga menunjukkan hubungan positif dan signifikan dengan kepuasan karyawan (B=0,180; t=2,463; p=0,016). Secara simultan, fleksibilitas kerja dan kompensasi menunjukkan model yang signifikan (F=21,051; p<0,001), dengan koefisien determinasi sebesar 0,321. Temuan menunjukkan bahwa fleksibilitas menyediakan ruang penyesuaian dalam pengaturan kerja, sedangkan kompensasi merepresentasikan penghargaan organisasi terhadap kontribusi karyawan. Dari perspektif manajemen perubahan, kedua praktik tersebut memperlihatkan pentingnya pengelolaan aspek manusia dalam adaptasi kerja, khususnya pada lingkungan operasional berbasis shift. Penelitian menegaskan bahwa adaptasi organisasi tidak hanya berkaitan dengan perubahan cara kerja, tetapi juga dengan pengelolaan pengalaman karyawan yang menjalankan perubahan tersebut.