Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Adaptasi Praktik Kerja Dalam Perspektif Manajemen Perubahan: Peran Fleksibilitas Kerja Dan Kompensasi Dalam Membangun Kepuasan Karyawan: Adapting Work Practices from a Change Management Perspective: The Role of Work Flexibility and Compensation in Building Employee Satisfaction Restutanti Borman; Qalbu
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 5: Mei 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.12093

Abstract

Dinamika lingkungan kerja menuntut organisasi tidak hanya melakukan penyesuaian pada aspek operasional, tetapi juga mengelola pengalaman karyawan sebagai bagian dari proses adaptasi. Dalam perspektif manajemen perubahan, fleksibilitas kerja dan kompensasi dapat dipahami sebagai praktik pengelolaan sumber daya manusia yang relevan dalam mempertemukan tuntutan organisasi dengan kebutuhan karyawan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran fleksibilitas kerja dan kompensasi dalam membangun kepuasan karyawan serta menginterpretasikan temuan tersebut melalui perspektif manajemen perubahan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 92 karyawan Mie Gacoan Kota Palu. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis melalui regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fleksibilitas kerja berhubungan positif dan signifikan dengan kepuasan karyawan (B=0,169; t=2,420; p=0,018). Kompensasi juga menunjukkan hubungan positif dan signifikan dengan kepuasan karyawan (B=0,180; t=2,463; p=0,016). Secara simultan, fleksibilitas kerja dan kompensasi menunjukkan model yang signifikan (F=21,051; p<0,001), dengan koefisien determinasi sebesar 0,321. Temuan menunjukkan bahwa fleksibilitas menyediakan ruang penyesuaian dalam pengaturan kerja, sedangkan kompensasi merepresentasikan penghargaan organisasi terhadap kontribusi karyawan. Dari perspektif manajemen perubahan, kedua praktik tersebut memperlihatkan pentingnya pengelolaan aspek manusia dalam adaptasi kerja, khususnya pada lingkungan operasional berbasis shift. Penelitian menegaskan bahwa adaptasi organisasi tidak hanya berkaitan dengan perubahan cara kerja, tetapi juga dengan pengelolaan pengalaman karyawan yang menjalankan perubahan tersebut.