Oktavia Depa Margareta
anajemen Informasi Kesehatan, Politeknik Indonusa Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFISIENSI RAWAT INAP BERDASARKAN INDIKATOR BARBER JOHNSON DI RSAU DR.SISWANTO Oktavia Depa Margareta; Aries Widiyoko; Sri Suparti
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/9xag0r28

Abstract

Efisiensi pelayanan rawat inap merupakan salah satu indikator penting dalam menilai mutu pelayanan rumah sakit yang dapat diukur menggunakan indikator BOR, AvLOS, TOI, BTO serta dianalisis menggunakan Grafik Barber Johnson. Hasil studi pendahuluan di RSAU dr. Siswanto Lanud Adi Soemarmo menunjukkan bahwa beberapa indikator efisiensi rawat inap belum memenuhi standar ideal sehingga penggunaan tempat tidur belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakefisienan pelayanan rawat inap berdasarkan pendekatan 5M+1E (Man, Material, Method, Money, Market, dan Environment). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari petugas pendaftaran rawat inap, petugas pelaporan, kepala rawat inap, dan kepala rekam medis sebagai informan triangulasi yang dipilih menggunakan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai BOR tahun 2022-2025 masih berada di bawah standar ideal Barber Johnson, nilai AvLOS tahun 2022–2023 masih di bawah standar, sedangkan tahun 2024–2025 telah mencapai batas minimal standar. Nilai TOI pada seluruh periode penelitian melebihi standar ideal, sedangkan nilai BTO tahun 2022,2023 dan 2025 berada dalam rentang standar, sedangkan tahun 2024 diatas standar. Grafik Barber Johnson menunjukkan bahwa titik perpotongan indikator pada tahun 2022–2025 masih berada di luar daerah efisiensi. Disimpulkan bahwa pelayanan rawat inap di RSAU dr. Siswanto Lanud Adi Soemarmo tidak mencapai efisiensi berdasarkan indikator Barber Johnson dan dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal yang berkaitan dengan aspek 5M+1E.