Wahyu Agus Winarno
Program Studi S2 Akuntansi, Universitas Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENGELOLAAN KLAIM BPJS KESEHATAN DALAM ASPEK FINANSIAL DAN OPERASIONAL PADA RUMAH SAKIT DAERAH BALUNG KABUPATEN JEMBER Retno Purwaningsih Saptoulan; Hendrawan Santosa Putra; Wahyu Agus Winarno
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/x227h391

Abstract

Inefisiensi keuangan dalam pemrosesan klaim secara langsung menyebabkan kendala modal kerja dan kebocoran pendapatan di fasilitas kesehatan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ekonomi kesehatan, hambatan operasional, dan keputusan strategis manajemen klaim terkait BPJS Kesehatan di RSD Balung Jember. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di RSD Balung Jember, Jawa Timur, Indonesia. Data primer dikumpulkan melalui analisis dokumen audit klaim internal serta wawancara mendalam dengan empat informan kunci, termasuk Kepala Instalasi Klaim dan Kepala Koder Medis. Analisis data mengikuti model interaksi data kualitatif dari Miles, Huberman, dan Saldana. Temuan menunjukkan bahwa hambatan operasional didorong oleh ketidaklengkapan dokumen, ketidaksesuaian koding medis, kriteria sengketa yang ketat, dan masa tunggu pending yang berkepanjangan oleh BPJS Kesehatan. Dari perspektif ekonomi, hambatan ini memicu inefisiensi operasional dan stagnasi modal. Untuk melindungi arus kas institusi dan menjaga penyediaan layanan kesehatan, manajemen menerapkan kebijakan penghapusan klaim (write-off) strategis, mengorbankan potensi pendapatan medis demi likuiditas keuangan. Hambatan dalam manajemen klaim mengganggu siklus pendapatan, menyebabkan biaya ekonomi yang tinggi bagi rumah sakit publik. Kebijakan write-off strategis berfungsi sebagai mekanisme keuangan defensif untuk menjaga fungsi rumah sakit meskipun menghasilkan kerugian finansial institusi.