Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran KPPBC TMP B Medan terhadap fasilitas KITE IKM, pemanfaatan fasilitas KITE IKM, dampak peningkatan devisa ekspor dan impor, kendala dan upaya peningkatan penerima fasilitas KITE IKM. Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan untuk mengeksplorisasi data-data dan hasil wawancara dengan teknik analisis metode interactive model analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan peran KPPBC TMP B Medan sebagai pelaksana fasilitas KITE IKM telah berjalan dengan baik terdapat 2 perusahaan penerima fasilitas ini yaitu PT. Nexusled Cahaya Lestari dibidang industri distributor lampu LED dan CV. Karya Indra dibidang furniture, kedua Industri memperoleh peningkatan dan penurunan devisa ekspor dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, penguatan investasi dan berkembangnya perusahaan. Kendala yang dihadapi ialah sosialisasi yang dilakukan bea cukai Medan tergolong pasif karena masih terfokus pada hot issue dan ketentuan terbaru saja. kendala yang lain ialah kurangnya kerjasama antar instansi terkait terutama dengan kementrian/lembaga dan pemerintah daerah. Oleh karena itu bea cukai Medan akan terus berupaya memaksimalkan sosialisasi sehingga informasi tesebut sampai dan dijangkau oleh kalangan luas. Bea cukai Medan melalui program klinik ekspor UMKM akan terus berkolaborasi dengan dinas-dinas terkait maupun ikatan pengusaha dan industri yang berada disekitar kota Medan agar mempermudah dalam pendataan, pembinaan, pelatihan dan penyelesaian masalah yang dialami para pelaku IKM berorientasi ekspor.