Tindakan injeksi intravena merupakan prosedur invasif yang sering dilakukan pada anak selama perawatan di rumah sakit dan dapat menimbulkan nyeri serta kecemasan. Anak usia prasekolah cenderung memiliki respons nyeri yang lebih tinggi karena belum mampu mengontrol rasa takut dan ketidaknyamanan selama prosedur medis. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri pada anak adalah teknik distraksi menonton video kartun yang dapat mengalihkan perhatian anak dari rasa nyeri. Mengetahui efektivitas teknik distraksi menonton video kartun dalam menurunkan tingkat nyeri pada anak selama prosedur injeksi intravena di Ruang Anggrek 3 RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan desain pretest–posttest pada dua responden anak usia prasekolah (3–6 tahun). Pengukuran tingkat nyeri dilakukan menggunakan skala FLACC (Face, Legs, Activity, Cry, Consolability) sebelum dan sesudah diberikan intervensi distraksi menonton video kartun selama tindakan injeksi intravena. Sebelum intervensi, responden pertama memiliki skor nyeri 9 (nyeri berat) dan responden kedua memiliki skor 6 (nyeri sedang). Setelah intervensi, skor nyeri menurun menjadi 2 pada responden pertama dan 1 pada responden kedua yang termasuk kategori nyeri ringan. Teknik distraksi menonton video kartun efektif dalam menurunkan tingkat nyeri pada anak selama prosedur injeksi intravena sehingga dapat digunakan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis oleh perawat dalam mengurangi nyeri pada anak saat tindakan invasif.