ABSTRACT Differences in students’ responses when dealing with social studies tasks involving problem-solving indicate that success in meeting academic demands is influenced not only by subject-matter mastery but also by confidence in one’s abilities and ways of coping with difficulties. This study aimed to analyze the relationship between academic self-efficacy and students’ coping strategies in completing problem-solving-based social studies tasks. A quantitative approach with a correlational design was employed, involving 28 seventh-grade students of SMP Negeri 25 Malang as participants. Data were collected using a four-point Likert-scale questionnaire that had undergone validity and reliability testing. The analysis was conducted through descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, linearity testing, and the Pearson Product-Moment correlation test using SPSS. The findings showed that the data for both variables were normally distributed and demonstrated a linear relationship. The correlation analysis produced a coefficient of 0.744 with a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a positive and significant relationship between academic self-efficacy and coping strategies. These findings suggest that students with stronger confidence in their academic abilities tend to demonstrate more adaptive ways of dealing with learning difficulties. Therefore, strengthening students’ academic self-efficacy should be considered an important aspect of learning to support their ability to cope with tasks requiring problem-solving. ABSTRAK Perbedaan respons siswa ketika menghadapi tugas IPS berbasis pemecahan masalah menunjukkan bahwa keberhasilan menyelesaikan tuntutan akademik tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi, tetapi juga dengan keyakinan terhadap kemampuan diri dan cara menghadapi kesulitan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara self-efficacy akademik dan strategi coping siswa dalam menyelesaikan tugas IPS berbasis pemecahan masalah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional yang melibatkan 28 siswa kelas VII-C SMP Negeri 25 Malang sebagai partisipan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert empat poin yang telah melalui pengujian validitas dan reliabilitas. Analisis dilakukan secara bertahap melalui statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji linearitas, dan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data kedua variabel berdistribusi normal dan memiliki hubungan linear. Uji korelasi menghasilkan koefisien sebesar 0,744 dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara self-efficacy akademik dan strategi coping. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa dengan keyakinan akademik yang lebih baik cenderung memiliki cara yang lebih adaptif dalam menghadapi kesulitan pembelajaran. Oleh karena itu, penguatan self-efficacy akademik perlu menjadi perhatian dalam pembelajaran untuk mendukung kemampuan siswa menghadapi tugas yang menuntut pemecahan masalah.