ABSTRACT Changes in learning patterns during the COVID-19 pandemic required history teachers to shift the learning process from the classroom to a network-based environment. This situation was also experienced at SMA Negeri 1 Lenek when online learning was introduced, requiring adjustments in the way teachers planned, implemented, and assessed learning activities. This study examines the implementation of online history learning in Grade XI IPS 3, focusing on planning, implementation, and assessment. A descriptive qualitative approach was employed, involving the vice principal, history teacher, and students as data sources, along with relevant learning documents. Data were collected through interviews, observations, and documentation and subsequently analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. Data credibility was examined through source and technique triangulation. The findings indicate that learning continued to be conducted in a structured manner despite the shift to an online interaction environment. The teacher adapted learning plans, materials, media, communication, assignments, and assessment to students' circumstances, while WhatsApp served as the primary medium for delivering information and materials, recording attendance, facilitating discussions, and assigning tasks. Assessment covered knowledge and skills. These findings confirm that online history learning at SMA Negeri 1 Lenek constituted a pedagogical adaptation to the conditions of distance learning. ABSTRAK Perubahan pola pembelajaran selama pandemi COVID-19 membuat guru sejarah harus mengalihkan proses belajar dari ruang kelas ke lingkungan berbasis jaringan. Situasi tersebut juga dialami SMA Negeri 1 Lenek ketika pembelajaran daring mulai digunakan dan menuntut penyesuaian pada cara guru menyiapkan, menjalankan, serta menilai pembelajaran. Penelitian ini menelaah implementasi pembelajaran sejarah daring pada kelas XI IPS 3 dengan fokus pada perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melibatkan wakil kepala sekolah, guru sejarah, dan siswa sebagai sumber data, disertai dokumen pembelajaran yang relevan. Informasi diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan informasi diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Temuan memperlihatkan bahwa pembelajaran tetap berlangsung secara terstruktur meskipun ruang interaksi berubah menjadi daring. Guru menyesuaikan perangkat pembelajaran, materi, media, komunikasi, penugasan, dan penilaian dengan kondisi peserta didik, sementara WhatsApp menjadi media utama untuk penyampaian informasi, materi, absensi, diskusi, dan tugas. Penilaian mencakup pengetahuan dan keterampilan. Temuan tersebut menegaskan bahwa pembelajaran sejarah daring di SMA Negeri 1 Lenek merupakan proses adaptasi pedagogis terhadap kondisi pembelajaran jarak jauh.