Magdalena Rumapasal
Program Studi Profesi Ners, Universitas Karya Husada Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan terapi musik sebagai intervensi nonfarmakologis dalam mengontrol halusinasi pendengaran Magdalena Rumapasal
Link Journal of Mental Health Vol 4 No 1 (2027): April : Journal of Mental Health
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmh.v4i1.203

Abstract

Latar Belakang: Salah satu gejala utama skizofrenia adalah halusinasi. Skizofrenia adalah gangguan mental yang diubah oleh perubahan dalam persepsi, kognitif, dan perilaku laku. Halinasi pendengaran yang  tidak ditangani  secara maksimal berpotensi mengganggu fungsi sosial dan meningkatkan risiko perilaku kekerasan. Sebagai intervensi nonfarmakologis, terapi musik dikenal mampu memodifikasi aktivitas sistem limbik untuk mengurangi intensitas halusinasi dan tingkat kecemasan. Tujuan: menjelaskan bagaimana terapi musik dikombinasikan dengan strategi perdarahan (SP1–SP4) digunakan untuk mengatasi halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia yang dirawat di Ruang Dewarucih RSJ Dr. Amino Gondohutomo di Semarang.​​​​​  Metode : Studi kasus deskriptif dilakukan pada satu pasien berusia 36 tahun yang didiagnosis menderita halusinasi pendengaran. Intervensi dilakukan selama tiga hari, dengan durasi dua puluh hingga tiga puluh menit per sesi. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, dan dokumen. Data di analisis secara naratif deskriptif. Hasil : Frekuensi halusinasi telah menurun secara signifikan, tingkat ansietas telah turun, dan pasien menjadi lebih baik dalam melakukan halusinasi berbicara dan terlibat dalam aktivitas yang direncanakan. Kesimpulan: Pada pasien skizofrenia, terapi musik adalah intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk mengendalikan halusinasi pendengaran, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan interaksi sosial. Terapi ini dapat dilakukan dengan strategi perawatan lainnya. Terapi musik layak dipertimbangkan sebagai bagian dari protokol asuhan keperawatan jiwa standar, terutama untuk pasien dengan halusinasi pendengaran.