Sylvia Molina
SJD dr. Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan kemampuan komunikasi dengan tingkat perilaku agresif pada remaja disabilitas intelektual Sylvia Molina
Link Journal of Mental Health Vol 4 No 1 (2027): April : Journal of Mental Health
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmh.v4i1.225

Abstract

Pendahuluan: remaja dengan disabilitas intelektual memiliki keterbatasan fungsi adaptif, terutama dalam kemampuan komunikasi. Hambatan komunikasi dapat menyebabakan kesulitan mengekspresikan kebutuhan dan emosi sehingga meningkatkan risiko munculnya perilaku agresif sebagai bentuk komunikasi maladaptif. Tujuan: menganalisis hubungan antara kemampuan komunikasi dengan tangkat perilaku agresif pada remaja disabilitas intelektual di SLB N Sungailiat. Metode: penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 36 remaja disabilitas yang dipilih dengan menggunakan Teknik total sampling. Kemampuan komunikasi diukur menggunakan Communication Matrix, sedangkan Tingkat perilaku agresif diukur menggunakan Modified Overt Aggresion Scale (MOAS) versi adaptasi Bahasa Indonesia. Analisis data menggunakan uji Fisher’s exact Test. Hasil: Sebagian besar responden memiliki kemampuan kategori baik (50,0%) dan tidak menunjukkan perilaku agresif (91,7%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan komunikasi dengan tingkat perilaku agresif pada remaja disabilitas intelektual di SLB N Sungailiat dengan nilai p = 0,700 (p > 0,05). Kesimpulan: tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan komunikasi dengan tingkat perilaku agresif pada remaja disabilitas intelektual. Diharapkan sekolah tetap mempertahankan dan mengembangkan program pembelajaran yang berfokus pda peningkatan kemampuan komunikasi, keterampilan sosial, dan perilaku adaptif serta penguatan regulasi emosi.