Abstrak Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis berbasis lingkungan yang cukup serius terutama di daerah yang populasi hewan pengeratnya tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diadakan untuk melihat dan mengevaluasi sejauh mana pemberdayaan masyarakat partisipatif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Dusun Glagahombo, Kelurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman terhadap pencegahan leptospirosis. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi empat tahap: identifikasi masalah, penyuluhan, pelatihan kader, dan pendampingan kader, dengan melibatkan 32 peserta yang terdiri atas warga dan kader kesehatan setempat. Survei Mawas Diri/Community Self Survey (CSS) diketahui kesulitan utama warga adalah belum menemukan metode pengendalian tikus yang aman dan tidak mencemari lingkungan. Setelah intervensi dilakukan, hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 75,5% menjadi 86,4%, dengan nilai signifikansi uji t-test berpasangan sebesar 0,032 (p < 0,05). Kegiatan pengabdian masyarakat ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif dari pemberdayaan yang memadukan edukasi dengan pelatihan ini terbukti efektif meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pencegahan leptospirosis. Kata Kunci: Leptospirosis; Pemberdayaan Masyarakat; Sanitasi Lingkungan; Pengendalian Tikus; Penyuluhan Kesehatan. Abstract Leptospirosis is a serious, environmentally-based zoonotic disease, particularly in areas with high rodent populations. This community service activity was conducted to assess and evaluate the effectiveness of participatory community empowerment in improving the knowledge and skills of residents of Glagahombo Hamlet, Girikerto Village, Turi Subdistrict, Sleman Regency, regarding leptospirosis prevention. The implementation method involved four stages: problem identification, outreach, cadre training, and cadre mentoring, involving 32 participants consisting of residents and local health cadres. The Community Self Survey (CSS) revealed that the main difficulty faced by residents was not yet finding a safe and environmentally friendly method for controlling rats. After the intervention, the evaluation results showed an increase in the average knowledge score from 75.5% to 86.4%, with a paired t-test significance value of 0.032 (p < 0.05). This community service activity demonstrated that the participatory empowerment approach, which combines education and training, has been effective in increasing community capacity in leptospirosis prevention. Keywords: Leptospirosis; Community Empowerment; Environmental Sanitation; Rodent Control; Health Education.