Dia Puspitasari
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONSTRUKSI NARASI KRISIS DALAM KOMUNIKASI POLITIK GERAKAN MAHASISWA: ANALISIS FRAMING BEM UI PADA AKSI MENUJU INDONESIA BANGKRUT TAHUN 2026 Dia Puspitasari
RELASI Vol 6 No 03 (2026): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/relasi.v6i03.3093

Abstract

Gerakan mahasiswa secara historis memiliki posisi strategis sebagai agen kontrol sosial dan kekuatan moral dalam demokrasi Indonesia. Pada Juni 2026, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menginisiasi aksi bertajuk "Menuju Indonesia Bangkrut" yang mengangkat isu kondisi ekonomi nasional, pengelolaan anggaran negara, serta arah kebijakan pemerintah. Narasi "Indonesia Bangkrut" menjadi menarik untuk dikaji karena merepresentasikan konstruksi simbolik yang berpotensi memengaruhi persepsi publik terhadap kondisi negara. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana BEM UI membingkai (framing) isu krisis ekonomi dan politik melalui komunikasi politik yang disebarluaskan dalam berbagai platform digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing Robert N. Entman yang mencakup empat elemen utama: define problems, diagnose causes, make moral judgment, dan treatment recommendation. Data penelitian diperoleh dari pernyataan resmi, poster aksi, unggahan media sosial, serta pemberitaan mengenai aksi "Menuju Indonesia Bangkrut". Hasil konseptual penelitian menunjukkan bahwa BEM UI membangun narasi krisis melalui konstruksi simbolik yang menempatkan pemerintah sebagai aktor yang bertanggung jawab atas memburuknya kondisi ekonomi dan demokrasi. Framing tersebut tidak hanya berfungsi sebagai kritik kebijakan, tetapi juga sebagai strategi mobilisasi politik untuk membangun solidaritas publik dan meningkatkan partisipasi warga dalam ruang demokrasi. Temuan ini memperlihatkan bahwa komunikasi politik gerakan mahasiswa di era digital semakin mengandalkan strategi framing yang bersifat emosional, simbolik, dan viral dalam membentuk opini publik.