Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna kritik sosial dalam lirik lagu Impostor Senayan karya Ecko Show, Tuan 13, dan Zein Panser melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Lagu ini dipilih karena merepresentasikan kondisi sosial dan politik di Indonesia melalui penggunaan bahasa simbolik yang kuat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis teks, dengan data berupa lirik lagu yang dianalisis secara deskriptif-interpretatif. Analisis dilakukan melalui tiga tingkat pemaknaan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos, dengan identifikasi tanda-tanda linguistik serta menguraikan makna literal, makna kultural, dan ideologi yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu mengandung kritik terhadap praktik kekuasaan politik, terutama terkait ketidakjujuran, manipulasi, dan ketimpangan sosial. Pada tingkat denotasi, lirik merepresentasikan realitas politik secara simbolik, sedangkan pada tingkat konotasi mencerminkan kekecewaan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap elite politik. Pada tingkat mitos, lagu ini membangun perlawanan ideologi terhadap dominasi kekuasaan yang dianggap tidak berpihak pada rakyat. Penelitian ini menunjukkan bahwa musik populer, khususnya lirik lagu, dapat berfungsi sebagai media kritik sosial yang efektif dalam konteks budaya kontemporer.Kata kunci: semiotika, kritik sosial, lirik lagu, musik populer.TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian // TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//