Nadia Aenur Nissa
Universitas Harkat Negeri

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Manajemen Risiko Berdasarkan Rasio Non-Performing Loan (NPL) Pada PT. BPR BKK Cabang Adiwerna Periode 2021-2025 Nadia Aenur Nissa; Yeni Priatna Sari; Krisdiyawati Krisdiyawati
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 8 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v4i8.12536

Abstract

Salah satu risiko utama bagi lembaga perbankan yaitu kredit bermasalah, termasuk pada Bank Perekonomian Rakyat (BPR), yang dapat memengaruhi kesehatan dan stabilitas keuangan bank apabila tidak dikelola dengan baik. Rasio Non-Performing Loan (NPL) adalah indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat kredit bermasalah. Tingginya rasio NPL menandakan meningkatnya risiko bagi perbankan, sehingga penerapan manajemen risiko yang efektif merupakan kunci untuk meminimalkan potensi kerugian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan manajemen risiko dalam meminimalisir kredit bermasalah berdasarkan rasio NPL di PT. BPR BKK Cabang Adiwerna periode 2021-2025 serta sebagai bahan evaluasi bagi perusahaan di masa mendatang. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, studi pustaka, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. BPR BKK Cabang Adiwerna telah mengimplementasikan empat tahapan manajemen risiko yang mencakup identifikasi risiko, pengukuran risiko, pemantauan risiko, dan pengendalian risiko. Namun demikian, data menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan rasio NPL selama periode 2021-2025, yang mengindikasikan bahwa penerapan manajemen risiko kredit yang dilakukan belum sepenuhnya optimal dalam menekan tingkat kredit bermasalah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pada aspek analisis kelayakan debitur, pengawasan pasca-pencairan kredit, serta strategi penagihan agar rasio NPL dapat ditekan pada tahun-tahun berikutnya.