Pemanfaatan limbah industri sebagai material konstruksi menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Fly ash hasil pembakaran batubara PLTU memiliki kandungan silika dan alumina yang tinggi sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan tambah beton untuk mengurangi konsumsi semen Portland. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan fly ash terhadap karakteristik campuran, perkembangan kuat tekan, dan kuat lentur beton sebagai material alternatif perkerasan kaku. Penelitian dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Cokroaminoto Yogyakarta menggunakan metode SNI. Variasi campuran terdiri atas beton mutu fc'15 MPa dengan fly ash 11,3% dan beton mutu fc'35 MPa dengan fly ash 25% terhadap berat semen. Pengujian meliputi karakteristik agregat, slump, kuat tekan umur 7, 14, dan 28 hari serta kuat lentur umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton mutu fc'15 mencapai kuat tekan rata-rata 20,61 MPa pada umur 28 hari, sedangkan beton mutu fc'35 menghasilkan kuat tekan rata-rata 43,39 MPa dengan standar deviasi 3,47 MPa. Pertumbuhan kuat tekan umur 7 hari mencapai 78% dari kuat tekan umur 28 hari sehingga menunjukkan perkembangan kekuatan awal yang lebih baik dibanding beton normal. Hasil pengujian kuat lentur sebesar 4,89 MPa juga memenuhi persyaratan minimum perkerasan kaku. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan fly ash mampu meningkatkan kinerja mekanik beton sekaligus mengurangi penggunaan semen Portland sehingga berpotensi menjadi material konstruksi yang lebih ramah lingkungan