Siska Adinda Prabowo Putri
Department of Psychology, AKI University, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Mediating Role of Resilience in the Relationship Between Social Support and Self-Esteem among Fatherless Adolescents Revanita Desliana Ayundhira Kamba; Siska Adinda Prabowo Putri; Alice Zellawati
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 14, No 3 (2026): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v14i3.26973

Abstract

Emotional pressures experienced by fatherless adolescents such as low self-confidence and loneliness highlight the importance of environmental support in helping them continue to develop positively. In this context, social support serves as a key factor that strengthens an individual's ability to cope and enhances their self-perception. This study aims to examine the influence of social support on self-esteem, with resilience as a mediating variable among fatherless adolescents in Semarang City. The subjects were adolescents aged 15–17 years who were experiencing fatherless conditions, selected using purposive sampling. This research employed a quantitative approach with a cross-sectional design, collecting data through psychological scales and analyzing it using path analysis. The results showed that social support has a positive and significant effect on both resilience and self-esteem (p < 0.05), and resilience was found to mediate the relationship between social support and self-esteem. Furthermore, the coefficient of determination indicated that social support and resilience together contribute approximately 31% to self-esteem. In other words, the higher the social support received, the stronger the resilience developed, which in turn leads to improved self-esteem among fatherless adolescents.Tekanan emosional seperti rasa tidak aman dan kesepian yang dialami oleh remaja tanpa kehadiran ayah menunjukkan betapa pentingnya peran lingkungan dalam mendorong perkembangan positif mereka. Dalam hal ini, dukungan sosial menjadi salah satu faktor penting yang dapat memperkuat resiliensi sekaligus membentuk penilaian diri yang lebih positif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dukungan sosial terhadap harga diri dengan resiliensi sebagai variabel mediator pada remaja tanpa kehadiran ayah di Kota Semarang. Penelitian melibatkan remaja berusia 15–17 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain cross-sectional, data dikumpulkan melalui skala psikologis dan dianalisis menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi dan harga diri (p < 0,05), serta resiliensi terbukti memediasi hubungan antara keduanya. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa dukungan sosial dan resiliensi memberikan kontribusi terhadap harga diri sebesar ±31%. Dengan kata lain, semakin tinggi dukungan sosial yang diterima, semakin kuat resiliensi yang terbentuk, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan harga diri pada remaja tanpa kehadiran ayah.
The Role of Customer Satisfaction in Optimizing the Influence of E-WOM on Repurchase Interest Radeva Excel Farindra; Siska Adinda Prabowo Putri; I Rheny Arum Permitasari
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 4 (2025): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v13i4.21707

Abstract

The aluminum and glass industry in Indonesia, especially in Pontianak, West Kalimantan, is experiencing rapid growth, driven by high demand in the infrastructure, housing, and commercial sectors. This growth creates significant opportunities for companies, but also presents challenges in maintaining customer loyalty and improving competitiveness. This study aims to analyze the effect of e-WOM on repurchase intention, with customer satisfaction as a mediating variable. Using a quantitative approach with explanatory research, the sample consists of 210 consumers who have made purchases. Data were analyzed using path analysis regression. The results show that e-WOM has a significant positive effect on customer satisfaction, but does not directly affect repurchase intention. Conversely, customer satisfaction was found to play a mediating role in strengthening the effect of e-WOM on repurchase intention. The implications of this study suggest that companies need to manage e-WOM carefully and ensure customer satisfaction is achieved to increase loyalty and repurchase. Future research can deepen the understanding of factors influencing the effect of e-WOM in specific industries, such as aluminum and glass.Industri aluminium dan kaca di Indonesia, khususnya di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mengalami perkembangan pesat, didorong oleh permintaan yang tinggi di sektor infrastruktur, perumahan, dan komersial. Pertumbuhan ini menciptakan peluang besar bagi perusahaan, namun dihadapkan pada tantangan dalam mempertahankan loyalitas pelanggan dan meningkatkan daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh e-WOM terhadap minat beli ulang konsumen, dengan kepuasan pelanggan sebagai variabel mediasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan explanatory research, sampel penelitian terdiri dari 210 konsumen yang pernah melakukan pembelian. Data dianalisis menggunakan regresi path analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-WOM memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pelanggan, namun tidak berpengaruh langsung terhadap minat beli ulang. Sebaliknya, kepuasan pelanggan terbukti berperan sebagai mediator yang memperkuat pengaruh e-WOM terhadap minat beli ulang. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan perlu mengelola e-WOM dengan hati-hati dan memastikan kepuasan pelanggan tercapai untuk meningkatkan loyalitas dan pembelian ulang. Penelitian berikutnya dapat memperdalam pemahaman mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pengaruh e-WOM dalam konteks industri spesifik, seperti aluminium dan kaca.
The Mediating Role of Resilience in the Relationship Between Social Support and Self-Esteem among Fatherless Adolescents Revanita Desliana Ayundhira Kamba; Siska Adinda Prabowo Putri; Alice Zellawati
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 14 No. 3 (2026): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v14i3.26973

Abstract

Emotional pressures experienced by fatherless adolescents such as low self-confidence and loneliness highlight the importance of environmental support in helping them continue to develop positively. In this context, social support serves as a key factor that strengthens an individual's ability to cope and enhances their self-perception. This study aims to examine the influence of social support on self-esteem, with resilience as a mediating variable among fatherless adolescents in Semarang City. The subjects were adolescents aged 15–17 years who were experiencing fatherless conditions, selected using purposive sampling. This research employed a quantitative approach with a cross-sectional design, collecting data through psychological scales and analyzing it using path analysis. The results showed that social support has a positive and significant effect on both resilience and self-esteem (p < 0.05), and resilience was found to mediate the relationship between social support and self-esteem. Furthermore, the coefficient of determination indicated that social support and resilience together contribute approximately 31% to self-esteem. In other words, the higher the social support received, the stronger the resilience developed, which in turn leads to improved self-esteem among fatherless adolescents.Tekanan emosional seperti rasa tidak aman dan kesepian yang dialami oleh remaja tanpa kehadiran ayah menunjukkan betapa pentingnya peran lingkungan dalam mendorong perkembangan positif mereka. Dalam hal ini, dukungan sosial menjadi salah satu faktor penting yang dapat memperkuat resiliensi sekaligus membentuk penilaian diri yang lebih positif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dukungan sosial terhadap harga diri dengan resiliensi sebagai variabel mediator pada remaja tanpa kehadiran ayah di Kota Semarang. Penelitian melibatkan remaja berusia 15–17 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain cross-sectional, data dikumpulkan melalui skala psikologis dan dianalisis menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi dan harga diri (p < 0,05), serta resiliensi terbukti memediasi hubungan antara keduanya. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa dukungan sosial dan resiliensi memberikan kontribusi terhadap harga diri sebesar ±31%. Dengan kata lain, semakin tinggi dukungan sosial yang diterima, semakin kuat resiliensi yang terbentuk, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan harga diri pada remaja tanpa kehadiran ayah.