Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI TERHADAP PENGELOLAAN DANA DESA DENGAN KAPASITAS APARATUR DESA SEBAGAI VARIABEL MODERASI: (Studi Empiris pada Nagari di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat) Saskia Laila Qadriati Putri; Fefri Indra Arza
ANALISA : JURNAL MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol 14 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/analisa.v14i2.1375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akuntabilitas dan transparansi terhadap pengelolaan Dana Desa serta menguji peran kapasitas aparatur desa sebagai variabel moderasi pada nagari di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Populasi penelitian terdiri dari 103 nagari di Kabupaten Padang Pariaman, dengan sampel sebanyak 82 nagari yang ditentukan menggunakan teknik stratified random sampling. Responden penelitian berjumlah 328 aparatur nagari yang terlibat dalam pengelolaan Dana Desa, yaitu wali nagari, sekretaris nagari, bendahara, dan kaur keuangan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert, sedangkan teknik analisis data menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan Dana Desa dengan koefisien regresi sebesar 0,276 dan signifikansi 0,000. Transparansi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan Dana Desa dengan koefisien regresi sebesar 0,326 dan signifikansi 0,000. Kapasitas aparatur desa terbukti memoderasi pengaruh akuntabilitas terhadap pengelolaan Dana Desa dengan arah positif, ditunjukkan oleh koefisien interaksi sebesar 0,028 dan signifikansi 0,000. Sementara itu, kapasitas aparatur desa juga memoderasi pengaruh transparansi dengan signifikansi 0,006, tetapi koefisien interaksi sebesar -0,025 menunjukkan bahwa kapasitas aparatur desa memperlemah pengaruh transparansi terhadap pengelolaan Dana Desa. Model penelitian mampu menjelaskan 85,4% variasi pengelolaan Dana Desa.