Demam Tifoid merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada anak usia sekolah di daerah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor lingkungan dan pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan demam tifoid pada anak usia sekolah di Desa Paloh Dama, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah seluruh ibu di desa paloh dama yang memiliki anak usia sekolah yaitu 100 orang, responden terdiri dari 30 ibu yang memiliki anak usia sekolah (6-12 tahun) yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup variabel faktor lingkungan (sanitasi, akses air bersih, dan kebersihan lingkungan), pengetahuan ibu tentang demam tifoid, dan tindakan pencegahan (seperti cuci tangan, vaksinasi, dan pengelolaan makanan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40,0% responden memiliki faktor lingkungan yang buruk, 30,0% memiliki pengetahuan rendah, dan 30,0% menunjukkan tindakan pencegahan yang tidak optimal terhadap pencegahan demam tifoid. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antar variabel, terdapat adanya hubungan lingkungan dan tindakan ( Pvalue = 0,013 < α=0,05). dan adanya hubungan antara pengetahuan dan tindakan (Pvalue = 0,008 < α=0,05). Faktor lingkungan dan pengetahuan ibu berpengaruh positif terhadap tindakan pencegahan demam tifoid. oleh karena itu perlu adanya program edukasi dan perbaikan sanitasi untuk mengurangi insiden demam tifoid di wilayah tersebut. Kata Kunci : Demam Tifoid, Lingkungan, Pengetahuan, Perilaku dan pencegahan pada anak.