p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Public Health Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Prediksi Risiko Stunting Berbasis Faktor Ibu, Anak, dan Lingkungan pada Balita Usia 24–59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pante Raja Kabupaten Pidie Jaya Noeroel Arham; Safitria Safitria; Mika Sari; Selly Hidayanti; Siti Aminah
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/s0kdm061

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia karena berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, prestasi belajar, dan produktivitas pada masa dewasa. Meskipun berbagai penelitian telah mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting, sebagian besar masih berfokus pada analisis hubungan antarvariabel tanpa menghasilkan model prediksi yang dapat dimanfaatkan sebagai alat skrining dini di pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model prediksi risiko stunting berdasarkan faktor ibu, faktor anak, dan faktor lingkungan pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pante Raja, Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional terhadap 180 balita yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, wawancara terstruktur, dan observasi kondisi lingkungan rumah, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji Chi-square, serta multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 32,8%. Riwayat tidak mendapatkan ASI eksklusif, berat badan lahir rendah, ketidaktepatan pemberian MPASI, sanitasi rumah yang buruk, dan riwayat penyakit infeksi merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting. Model prediksi yang dikembangkan mampu mengelompokkan balita ke dalam kategori risiko rendah, sedang, dan tinggi sehingga berpotensi digunakan sebagai alat skrining dini untuk mendukung penentuan prioritas intervensi pencegahan stunting di Puskesmas maupun Posyandu.
Analisis Tingkat Kepedulian Masyarakat terhadap Kebersihan Lingkungan di Kecamatan Pante Raja Erna Safitri; Safitria Safitria; Mika Sari; Selly Hidayanti; Siti Aminah
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/mfs9r446

Abstract

Environmental cleanliness is one of the essential determinants of community health. Community awareness plays an important role in maintaining environmental sanitation and reducing the risk of environment-related diseases. This study aimed to analyze the relationship between community awareness and environmental cleanliness in Pante Raja District, Pidie Jaya Regency, Aceh. An analytical quantitative study with a cross-sectional design was conducted involving 29 respondents selected using the total sampling technique. Primary data were collected through structured questionnaires and direct observations. Data were analyzed using descriptive statistics and the Chi-Square test with a significance level of 0.05. The results indicated that 51.7% of respondents had a low level of environmental awareness, while 69.0% of the observed environments were categorized as having poor cleanliness. Statistical analysis demonstrated a significant relationship between community awareness and environmental cleanliness (p<0.001). Respondents with higher awareness were more likely to maintain cleaner surroundings than those with lower awareness. These findings emphasize that strengthening community participation through environmental education, health promotion, and waste management programs is essential for improving environmental quality and preventing environmental health problems. This study provides empirical evidence that community awareness is an important factor in achieving sustainable environmental health at the community level.