Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Desain Perencanaan Struktur Retaining Wall Menggunakan Aplikasi Plaxis 2D: (Studi Kasus: Jalan Inspeksi Sungai Kali Lahar Jl. Barito Selatan RT.01 RW.07 Kel. Kauman Kec. Kepanjenkidul Kota Blitar) Galih Ardi Ananda; Widha Ardhiansyah; Hendrig Sudradjat
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i1.185

Abstract

Retaining wall merupakan salah satu struktur yang digunakan untuk menahan tekanan lateral tanah serta mencegah terjadinya longsoran pada area dengan perbedaan elevasi tanah. Perencanaan retaining wall perlu mempertimbangkan kondisi tanah, beban yang bekerja, stabilitas struktur, serta deformasi yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan struktur retaining wall pada jalan inspeksi Kali Lahar, Kota Blitar, serta menganalisis stabilitas dan deformasi struktur menggunakan metode elemen hingga dengan bantuan aplikasi Plaxis 2D. Data yang digunakan meliputi parameter tanah, geometri struktur, beban tambahan, serta parameter material retaining wall. Analisis dilakukan dengan memodelkan kondisi eksisting dan kondisi setelah pembangunan retaining wall pada Plaxis 2D. Hasil analisis digunakan untuk mengetahui nilai faktor keamanan terhadap stabilitas struktur dan besarnya deformasi yang terjadi akibat pembebanan. Berdasarkan hasil analisis, desain retaining wall dengan tinggi 6,3 m dan beban tambahan sebesar 10 kPa dapat digunakan sebagai alternatif perkuatan pada lokasi penelitian. Hasil pemodelan Plaxis 2D menunjukkan bahwa struktur mengalami deformasi akibat interaksi antara tanah dan struktur, sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap nilai faktor keamanan dan batas deformasi yang diizinkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan struktur retaining wall yang aman dan sesuai dengan kondisi tanah di lokasi penelitian.