Padi gogo (Oryza sativa L.) berpotensi dikembangkan di lahan kering marginal seperti Ultisol, namun produktivitasnya masih rendah akibat keterbatasan nitrogen dan kesuburan tanah masam. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dosis kompos dan konsentrasi pupuk organik cair (POC) Azolla pinnata serta interaksi keduanya terhadap kadar nitrogen, pertumbuhan, dan produksi padi gogo Inpago12 pada Ultisol. Penelitian dilaksanakan Januari–Mei 2026 di Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan faktor pertama dosis kompos 0; 2,5; 5,0 ton ha⁻¹ dan faktor kedua konsentrasi POC 0; 50; 100; 150 mL L⁻¹, 12 kombinasi perlakuan, 3 ulangan. Data dianalisis dengan ANOVA, dilanjutkan uji DMRT taraf 5%. Hasil menunjukkan interaksi kedua faktor berpengaruh sangat nyata terhadap kadar nitrogen tanaman, dengan kombinasi kompos 5,0 ton ha⁻¹ dan POC 150 mL L⁻¹ menghasilkan kadar nitrogen tertinggi (1,89%), namun tidak nyata pada sebagian besar parameter pertumbuhan dan produksi. Kompos A.pinnata secara mandiri berpengaruh nyata hingga sangat nyata pada sebagian besar peubah, dengan dosis 5,0 ton ha⁻¹ konsisten memberikan nilai tertinggi, antara lain tinggi tanaman 75 HST (94,09 cm), indeks panen (0,48), dan produksi gabah per hektar (4,03 ton ha⁻¹). POC A.pinnata juga berpengaruh nyata hingga sangat nyata, dengan konsentrasi 100–150 mL L⁻¹ umumnya memberikan hasil tertinggi meski keduanya sering tidak berbeda nyata. Produksi gabah per hektar tertinggi secara deskriptif diperoleh pada kombinasi kompos 5,0 ton ha⁻¹ dan POC 150 mL L⁻¹ (4,31 ton ha⁻¹), meningkat 64% dibanding kontrol (2,63 ton ha⁻¹). Disimpulkan bahwa kombinasi kompos dan POC A.pinnata mampu meningkatkan kadar nitrogen serta memperbaiki kesuburan Ultisol, pertumbuhan, dan produksi padi gogo Inpago12, berpotensi sebagai pupuk organik alternatif ramah lingkungan dan berkelanjutan.