Mutu pendidikan Islam di satuan pendidikan menengah pedesaan sering kali belum mencapai standar optimal akibat lemahnya efektivitas pelaksanaan program kerja serta belum maksimalnya keterlibatan komite madrasah secara substantif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh partisipasi komite madrasah terhadap efektivitas pelaksanaan program kerja serta dampaknya terhadap peningkatan mutu pendidikan di MTs Al-Barokah Pameungpeuk. Riset ini menggunakan pendekatan kuantitatif survei eksplanatori dengan teknik sensus terhadap 33 responden yang mencakup unsur dewan guru, pengurus yayasan, dan pengurus komite madrasah. Data primer dihimpun melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil penelitian membuktikan bahwa partisipasi komite berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas program kerja (R2 = 76,0%), dan efektivitas program kerja berpengaruh dominan terhadap mutu pendidikan (R2 = 89,2%). Keterlibatan komite juga berpengaruh langsung secara positif terhadap mutu pendidikan (p = 0,023). Pengujian analisis jalur mengonfirmasi bahwa efektivitas pelaksanaan program kerja berperan secara sah sebagai variabel mediasi parsial (partial mediating variable) yang memperkuat hubungan kausal antara partisipasi komite dan mutu pendidikan, dengan kontribusi pengaruh total mencapai 0,888. Temuan ini menegaskan bahwa dorongan dan bantuan komite madrasah tidak secara otomatis meningkatkan mutu sekolah tanpa melalui pintu perantara berupa eksekusi program kerja yang efektif, terstruktur, dan terukur di lapangan. Implikasinya, pengelola madrasah perlu menggeser partisipasi masyarakat dari formalitas seremonial menuju keterlibatan substantif melalui digitalisasi pelaporan keuangan serta penguatan kemitraan strategis secara berkelanjutan