Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Nilai Ekonomi Limbah Tempurung Kelapa melalui Produksi Biocoke Hybrid Blending Biochar dan Bio-oil sebagai Sumber Energi Ramah Lingkungan M Jahiding; Mashuni Mashuni; Erzam S Hasan; Yuke Milen; Taufiq Taufiq; Dyan Lestari; Salza T Wulandari; Nur Laila
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 6 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i6.4865

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan pembuatan biocoke hybrid berbasis biochar dan bio-oil  hasil pirolisis tempurung kelapa sebagai upaya menjawab tantangan energi global serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Selain berkontribusi pada penyediaan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, kegiatan ini juga diarahkan untuk mengurangi volume limbah padat sekaligus meningkatkan nilai ekonomi limbah sebagai sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat. Kabupaten Bombana merupakan salah satu sentra penghasil kelapa di Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan mayoritas perkebunan dikelola secara tradisional oleh masyarakat dan produk utamanya dipasarkan dalam bentuk kopra dengan tempurung kelapa umumnya hanya dimanfaatkan sebagai arang bernilai ekonomi rendah. Peningkatan nilai ekonomi limbah dilakukan melalui proses pirolisis tempurung kelapa untuk menghasilkan biochar dan bio-oil . Kedua produk tersebut kemudian dikombinasikan menjadi biocoke hybrid dengan nilai kalor tinggi. Pelibatan masyarakat dilakukan melalui kegiatan pelatihan produksi biocoke hybrid menggunakan teknologi pirolisis, dengan suhu operasi 500 °C menghasilkan rendemen biochar 58,24%, bio-oil 32,95%, tar 2,03%, dan gas 6,78%.Biocoke hybrid yang dihasilkan menunjukkan peningkatan nilai kalor signifikan hingga mencapai 6966,78 kkal/kg pada rasio 9:1.  Hasil ini menegaskan potensi besar pemanfaatan limbah biomassa sebagai sumber energi terbarukan yang berkelanjutan serta aplikatif bagi masyarakat lokal.