Rendahnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan masih menjadi permasalahan di kawasan pesisir, termasuk pada siswa sekolah dasar yang belum memiliki kebiasaan menjaga kebersihan secara konsisten. Kondisi tersebut mendorong dilaksanakannya program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui Gerakan Clean Fast sebagai upaya membentuk sikap peduli lingkungan berbasis pembiasaan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan partisipasi siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis experiential learning yang dilaksanakan melalui enam tahapan, yaitu persiapan, sosialisasi dan edukasi, implementasi Gerakan Clean Fast, pendampingan dan penguatan, monitoring dan evaluasi, serta refleksi dan tindak lanjut. Evaluasi dilakukan melalui observasi, angket, dan dokumentasi untuk mengidentifikasi perubahan perilaku serta tingkat keterlibatan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaksanaan Gerakan Clean Fast mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mendorong terbentuknya perilaku positif dalam membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan kebersihan sekolah. Program ini juga memperkuat kolaborasi antara siswa, guru, dan pihak sekolah dalam menciptakan budaya sekolah yang bersih serta membentuk siswa sebagai agen perubahan melalui peran Student Ambassador. Dengan demikian, Gerakan Clean Fast menjadi model pendampingan yang efektif dalam menumbuhkan budaya peduli lingkungan di sekolah dasar kawasan pesisir melalui edukasi, pembiasaan, dan pendampingan yang berkelanjutan.