Anggraini Anggraini
Program Studi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Effect Of Using A Family Planning Decision-Making Aid (Abpk) On Acceptors’ Interest In Choosing Intrauterine Device (Iud) Contraception At Kupang Kota Public Health Center, Bandar Lampung Iie Patrisia; Rosmiyati Rosmiyati; Anggraini Anggraini; Zarma Zarma
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 07 (2026): Volume 12 Nomor 7 Juli 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i07.22631

Abstract

Menurut WHO, Keluarga Berencana (KB) membantu pasangan mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, mengatur jarak kelahiran, dan menentukan jumlah anak. Keluarga Berencana (KB) adalah upaya meningkatkan kesejahteraan dengan membantu individu atau pasangan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, merencanakan kehamilan diinginkan, serta menentukan jumlah dan jarak kelahirannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat bantu pengambilan keputusan (ABPK) terhadap minat akseptor dalam pemilihan alat kontrasepsi IUD (Intra Uterin Device) di Puskesmas Kupang Kota Bandar Lampung Tahun 2025. Metode penelitian ini memakai metode kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan bulan Mei tahun 2025 di Puskesmas Kupang Kota Bandar Lampung Tahun 2025, rancangan pre-eksperimental desain One Group Pretest-Postest Design, Populasi penelitian ini akseptor KB baru di Puskesmas Kupang Kota Bndar Lampung pada bulan Januari 2025 sebanyak 25 akseptor baru. Jumlah sampel penelitian ini 25 responden, dengan non probability sampling berjenis total sampling. Uji yang digunakan yaitu uji Wilcoxon Hasil Rata-rata minat Akseptor sebelum diberikan intervensi konseling menggunakan Lembar ABPK adalah 41,20 dengan nilai minimum 34 dan nilai maksimum 57 2. Rata-rata minat Akseptor setelah diberikan intervensi konseling menggunakan Lembar ABPK meningkat menjadi 52,28 dengan nilai minimum 40 dan nilai maksimum 65 dimana terdapat selisih skor ratarata (11,08) 3. Ada Pengaruh Penggunaan Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK) Terhadap Minat Akseptor Dalam Pemilihan Alat Kontrasepsi IUD (Intra Uterin Device) di Puskesmas Kupang Kota Bandar Lampung Tahun 2025 (p-value =0,000)Kata Kunci : ABPK, Kontrasepsi IUD, minat akseptor ABSRACT According to the World Health Organization (WHO), family planning helps couples prevent unplanned pregnancies, regulate birth intervals, and determine the desired number of children. It is an effort to improve well-being by assisting individuals or couples in preventing unwanted pregnancies, planning desired pregnancies, and determining the number and spacing of their children. This study aimed to determine the effect of using a family planning decision-making aid (ABPK) on acceptors’ interest in choosing intrauterine device (IUD) contraception at Kupang Kota Public Health Center, Bandar Lampung, in 2025. This quantitative study was conducted in May 2025 at Kupang Kota Public Health Center using a pre-experimental one-group pretest–posttest design. The study population consisted of 25 new family planning acceptors in January 2025, all of whom were included in the sample using total sampling (non-probability sampling). Use Wilcoxon Test The results showed that the average interest score of acceptors before counseling with the ABPK sheet was 41.20 (minimum score: 34; maximum score: 57). After counseling, the average score increased to 52.28 (minimum score: 40; maximum score: 65), with a mean difference of 11.08. A significant effect was found between the use of the decision-making aid (ABPK) and acceptors’ interest in choosing IUD contraception (p-value = 0.000). Keywords: ABPK, IUD contraception, acceptors’ interest