This Author published in this journals
All Journal Jurnal SOLMA
Muhlisoh Muhlisoh
Program Profesi Ners, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Intan Martapura (Jalan Samadi No. 1 Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 70611

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Edukasi Preventif Luka Kaki Diabetik Melalui Intervensi FES (Foot Exercises and Stretches) Asni Hasaini; Muhlisoh Muhlisoh
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i2.23022

Abstract

Latar belakang: Luka kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis diabetes mellitus yang dapat menyebabkan infeksi sampai amputasi, apabila tidak dilakukan upaya pencegahan secara tepat. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga melalui implementasi edukasi preventif luka kaki diabetik dengan intervensi di Desa Sungai Paring. Metode: kegiatan terbagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap perencanaan yaitu tahap perijinan dan persiapan alat dan bahan, pelaksanaan terdiri dari pemberian edukasi, pengukuran pengetahuan pre-post test dan pengukuran sensitivitas kaki pre-post test dan terakhir tahap evaluasi yang dilakukan setelah 7 hari pelaksanaan. Media yang digunakan adalah leaflet, alat yang digunakan pengukuran sensitivitas kaki adalah Minofilemen Semmes-Weinstein 10 gram. Sasaran pengabdian sebanyak 32 warga desa. Hasil: kegiatan menunjukkan bahwa sebelum edukasi mayoritas warga memiliki tingkat pengetahuan kurang sebanyak 22 orang, kemudian setelah edukasi meningkat menjadi kategori cukup baik sebanyak 22 orang dan baik sebanyak 10 orang. Pada kader kesehatan juga terjadi peningkatan pengetahuan dari kategori kurang menjadi mayoritas baik. Selain itu, hasil pemeriksaan sensitivitas kaki menunjukkan adanya perbaikan dari kondisi neuropati ringan pada sebagian peserta sebelum intervensi menjadi sensitivitas normal setelah dilakukan latihan kaki dan monitoring. Kesimpulan: Program edukasi perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan kader kesehatan sebagai upaya promotif dan preventif dalam pengendalian komplikasi luka kaki diabetik di masyarakat