Background: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan keterampilan pencatatan keuangan sederhana di kalangan Mompreneur di Rusunawa Pucang, Sidoarjo, di bawah bimbingan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PRA) Pucang, dalam rangka mendukung keberlanjutan usaha. Metode: Penelitian ini menerapkan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan metode Community Organizing (CO), dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pendidikan, implementasi, dan evaluasi. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola keuangan berhasil ditingkatkan melalui program ini. Mompreneur yang mampu memahami konsep dasar keuangan terdapat sekitar 70%, dan yang secara konsisten mencatat transaksi harian terdapat sekitar 60%, serta sekitar 50% mampu menyusun laporan keuangan dan rencana bisnis sederhana. Namun, keterbatasan konsistensi pencatatan dan perlunya bantuan berkelanjutan untuk memperkuat praktik pengelolaan keuangan menjadi tantangan tersendiri. Kesimpulan: Literasi keuangan dan pencatatan keuangan berbasis digital berperan penting dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan usaha mikro, terlebih pada kalangan pengusaha perempuan. Program ini berfokus pada Integrasi aplikasi digital dan pendekatan partisipatif sebagai alat yang berguna untuk meningkatkan kemampuan dalam memanajemen keuangan, mendukung pengambilan keputusan berbasis data, serta memberdayakan Mompreneur guna mengembangkan usaha yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.