Background: Produksi air susu ibu (ASI) memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan dan sistem imunitas bayi. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi ASI adalah dengan mengoptimalkan asupan nutrisi ibu menyusui melalui pemanfaatan pangan lokal. Jantung pisang kepok (Musa paradisiaca) mengandung berbagai zat gizi dan senyawa laktagogum alami yang berpotensi merangsang hormon prolaktin dan oksitosin. Tujuan kegiatan ini adalah memberdayakan ibu menyusui dan kader kesehatan melalui pelatihan pengolahan jantung pisang kepok menjadi produk pangan inovatif. Metode: Metode kegiatan meliputi survei awal, sosialisasi, edukasi gizi, demonstrasi teknik pengolahan, praktik langsung, dan evaluasi. Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari ibu menyusui dan kader mengikuti kegiatan ini. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Hasil: Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan signifikan secara keseluruhan sebesar 25,49% dari skor rata-rata 15,43 menjadi 19,37 (p < 0,001). Secara rinci, aspek pengetahuan mengalami peningkatan tertinggi yaitu sebesar 41,25% (dari 5,33 menjadi 7,53; p < 0,001), dan aspek keterampilan meningkat sebesar 26,06% (dari 6,27 menjadi 7,90; p < 0,01). Sementara itu, aspek sikap mengalami peningkatan kecil sebesar 2,61% (dari 3,83 menjadi 3,93; p = 0,374). Kesimpulannya, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan praktis mitra dalam mengolah bahan pangan lokal. Kesimpulan: Peserta mampu mengolah jantung pisang kepok menjadi produk nugget ayam dan menunjukkan minat positif terhadap inovasi pangan lokal.