Differences in communication characteristics between Generation Z and Millennials in the workplace have the potential to influence the effectiveness of idea sharing and collaboration within organizations. This issue is particularly relevant at Telkom Bandung, a technology-based company where cross-generational interactions are an integral part of daily work activities. This study aims to explore the experiences, meanings, and communication adaptations of Generation Z and Millennial employees in conveying work-related ideas at Telkom Bandung. The study employed a qualitative method with a phenomenological approach. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using qualitative data analysis with source triangulation to ensure the credibility of the findings. The results indicate that cross-generational communication experiences are influenced more by organizational culture, interpersonal relationships, work experience, and communication structures than by generational differences themselves. These factors encourage learning and collaboration rather than conflict. Communication is perceived as a means of building professional legitimacy, fostering interpersonal relationships, facilitating work coordination, and creating psychological safety. Communication adaptation is achieved through adjustments in communication media, language use, the level of information detail, and an open communication culture. The study concludes that cross-generational communication at Telkom Bandung is adaptive and collaborative, enabling the differing characteristics of Generation Z and Millennials to become valuable sources of learning, knowledge sharing, and strengthened collaboration in the communication of work-related ideas. Perbedaan karakteristik komunikasi antara Generasi Z dan Generasi Milenial di lingkungan kerja berpotensi memengaruhi efektivitas penyampaian ide dan kolaborasi dalam organisasi. Kondisi tersebut menjadi penting untuk dikaji di Telkom Bandung sebagai perusahaan berbasis teknologi yang melibatkan interaksi lintas generasi dalam aktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman, makna, dan penyesuaian komunikasi Generasi Z dan Generasi Milenial dalam menyampaikan ide kerja di Telkom Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan analisis data kualitatif dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman komunikasi lintas generasi lebih dipengaruhi oleh budaya organisasi, hubungan interpersonal, pengalaman kerja, dan struktur komunikasi dibandingkan faktor generasi, sehingga mendorong pembelajaran dan kolaborasi daripada konflik. Komunikasi dimaknai sebagai sarana membangun legitimasi profesional, hubungan interpersonal, koordinasi pekerjaan, dan psychological safety. Penyesuaian komunikasi dilakukan melalui penyesuaian media, bahasa, tingkat detail informasi, serta budaya komunikasi yang terbuka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi lintas generasi di Telkom Bandung berlangsung secara adaptif dan kolaboratif sehingga perbedaan karakteristik Generasi Z dan Generasi Milenial menjadi sumber pembelajaran, pertukaran pengetahuan, dan penguatan kolaborasi dalam penyampaian ide kerja.