Galih Dwi Pradipta
PJOK UPGRIS Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Kebugaran Jasmani Melalui Circuit Training Kelas XI SMA Negeri 11 Semarang Naswita Arista; Ilmalano Adil Hakiki; Fadli Dwi Sugiyarto; Galih Dwi Pradipta; Mujo
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 Nomer 03, September 2026 Publication
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.18591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran siswa kelas XI SMA Negeri 11 Semarang melalui penerapan latihan sirkuit pelatihan dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 36 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan tes kebugaran jasmani menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI). Program sirkuit pelatihan terdiri atas beberapa pos latihan, yaitu push-up, sit-up, shuttle run, jumping jack, squat jump, dan jogging. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan membandingkan hasil pada tahap pra-siklus, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan latihan sirkuit mampu meningkatkan kebugaran jasmani siswa secara bertahap. Nilai rata-rata kebugaran jasmani meningkat dari 64,3 pada pra-siklus dengan ketuntasan klasikal 47%, menjadi 73,5 pada siklus I dengan ketuntasan 69%, dan mencapai 84,1 pada siklus II dengan ketuntasan klasikal sebesar 89%. Selain itu, terjadi peningkatan aktivitas, kedisiplinan, motivasi, dan partisipasi siswa selama proses pembelajaran. Dengan demikian, latihan sirkuit pelatihan terbukti efektif dalam meningkatkan kebugaran siswa serta dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran PJOK di tingkat sekolah menengah. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan jumlah sampel yang lebih besar, jenjang pendidikan yang berbeda, serta mengkaji pengaruh sirkuit pelatihan terhadap aspek lain seperti motivasi belajar, daya tahan kardiovaskular, dan prestasi akademik murid agar memperoleh hasil yang lebih komprehensif.