Kadek Vijananda Garba Yuga
Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Udayana, Denpasar, Bali, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kepentingan Ekonomi Vietnam terhadap Tiongkok melalui Kerangka Belt and Road Initiative (BRI) Kadek Vijananda Garba Yuga; Putu Ratih Kumala Dewi; I Made Anom Wiranata
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.336

Abstract

The objective of this study is to analyze Vietnam’s economic interests in China-Vietnam cooperation through the Belt and Road Initiative (BRI), particularly in the infrastructure investment sector, which serves as a strategic foundation for cooperation with China amidst geopolitical caution. The author employs the concepts of Economic Interests and Strategic Partnership, supported by Interdependent Liberalism Theory. The research method used is a qualitative approach with a descriptive-analytical framework, utilizing data collection techniques based on a literature review of relevant sources. The author finds that Vietnam’s involvement in the BRI is driven by national economic interests oriented toward development and economic growth. The research findings also indicate that Vietnam–China economic relations form an asymmetric economic interdependence, in which economic cooperation is maintained despite geopolitical caution. Thus, Vietnam’s involvement in the BRI constitutes a strategy to fulfill national economic interests while managing the dynamics of bilateral relations with China amid tensions in the South China Sea. Abstrak Tujuan masalah dalam penelitian ini yaitu, untuk menganalisis kepentingan ekonomi Vietnam dalam kerjasama Tiongkok - Vietnam melalui Belt and Road Initiative (BRI), khususnya dalam sektor investasi infrastruktur yang menjadi landasan strategis dalam menjalin kerja sama dengan Tiongkok ditengah adanya kewaspadaan geopolitik. Penulis menggunakan dua konsep Kepentingan Ekonomi dan konsep Strategic Partnership serta didukung oleh Teori Liberalisme Interdependensi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis serta teknik pengumpulan data berupa studi kepustakaan yang bersumber dari literatur terkait. Penulis menemukan bahwa keterlibatan Vietnam dalam BRI didorong oleh kepentingan ekonomi nasional yang berorientasi pada pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa hubungan ekonomi Vietnam–Tiongkok membentuk interdependensi ekonomi yang bersifat asimetris, di mana kerja sama ekonomi tetap dipertahankan meskipun terdapat kewaspadaan geopolitik. Dengan demikian, keterlibatan Vietnam dalam BRI merupakan strategi untuk memenuhi kepentingan ekonomi nasional sekaligus mengelola dinamika hubungan bilateral dengan Tiongkok di tengah ketegangan Laut China Selatan. Kata Kunci: Vietnam, Tiongkok, Belt and Road Initiative, Kepentingan Ekonomi, Liberalisme Interdependensi, Strategic Partnership.