Salahudin Al Ayyubi
PPG Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi model PBL menggunakan media Flip GeoMap pada materi persebaran flora dan fauna di Indonesia untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi peserta didik Salahudin Al Ayyubi; Trisakti Handayani
Jurnal Pendidikan Profesi Guru Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jppg.v7i1.46073

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas model Problem-Based Learning (PBL) yang terintegrasi dengan media Flip GeoMap dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi 26 siswa kelas V SDN Beji 01 Batu. Penelitian ini menjawab tantangan pendekatan pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru, yang sering menghambat keterlibatan aktif dan kolaborasi siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Dilaksanakan melalui dua siklus penelitian tindakan kelas, penelitian ini menerapkan PBL untuk melibatkan siswa dalam pemecahan masalah autentik terkait persebaran flora dan fauna, didukung oleh visualisasi dinamis Flip GeoMap. Keterampilan kolaborasi, meliputi menghargai pendapat, bekerja secara produktif, berkompromi, dan tanggung jawab bersama, diukur menggunakan instrumen observasi yang valid. Siklus pertama menghasilkan tingkat ketuntasan klasikal sebesar 53,85% dengan peningkatan rata-rata 10,77% pada semua indikator, meskipun terkendala oleh waktu eksplorasi media yang terbatas. Siklus kedua, dengan perencanaan yang lebih terstruktur dan tugas yang lebih kompleks, mencapai ketuntasan klasikal 88,46% dan peningkatan rata-rata 6,73%, menunjukkan performa yang lebih konsisten. Temuan ini membuktikan bahwa kombinasi PBL dan Flip GeoMap secara signifikan meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa melalui interaksi aktif dan pemecahan masalah berbasis dunia nyata. Pendekatan ini terbukti efektif dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan abad 21.