AbstrakPelatihan public speaking menjadi penting dalam mendukung pengembangan keterampilan komunikasi dan kepemimpinan siswa, khususnya dalam lingkungan organisasi sekolah. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, rasa percaya diri, serta komunikasi efektif siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Kabupaten Sintang. Metode pelaksanaan meliputi pemberian materi dasar public speaking, pelatihan teknik vokal, intonasi, gestur, strategi mengatasi rasa gugup, serta teknik storytelling yang dikombinasikan dengan praktik langsung melalui pidato dan kultum. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan 90 peserta dari organisasi OSIM dan MPK. Hasil observasi selama kegiatan menunjukkan adanya perkembangan positif pada keterampilan peserta dalam menyampaikan ide secara terstruktur, tampil lebih percaya diri, dan berkomunikasi di depan audiens. Antusiasme dan keterlibatan aktif peserta selama kegiatan serta kemampuan peserta dalam mengikuti sesi praktik menjadi indikator ketercapaian kegiatan. Dengan demikian, pelatihan public speaking memberikan pengalaman belajar yang mendukung perkembangan soft skills siswa, khususnya dalam aspek komunikasi dan kepemimpinan. Kegiatan ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung pengembangan potensi siswa secara lebih luas. Kata kunci: kepercayaan diri; komunikasi; kepemimpinan; pelatihan LDK; public speaking. AbstractPublic speaking training plays an important role in supporting the development of students communication and leadership skills, particularly within school organizations. This community service activity aimed to develop students’ public speaking abilities, self-confidence, and effective communication skills at Madrasah Aliyah Negeri 1 Sintang Regency. The implementation methods included the delivery of basic public speaking materials, training in vocal techniques, intonation, gestures, strategies for overcoming nervousness, and storytelling techniques, combined with direct practice through speeches and short religious talks (kultum). The activity was conducted in one day and involved 90 participants from the OSIM and MPK student organizations. Observations during the activity indicated positive development in the participants’ skills in presenting ideas in a structured manner, speaking more confidently, and communicating in front of an audience. The participants enthusiasm and active engagement throughout the activity, along with their ability to participate in the practical sessions, served as indicators of the achievement of the activity objectives. Thus, the public speaking training provided a learning experience that supported the development of students soft skills, particularly in communication and leadership. This activity is expected to be conducted on an ongoing basis to further support the broader development of students potential. Keywords: confidence; leadership; LDK training; public speaking.