AbstrakLatar Belakang: Kelurahan Kasin, Kota Malang memiliki 31 kader kesehatan di RW 04 yang menghadapi permasalahan tingginya kejadian kulit kering (xerosis) pada lansia, namun belum memiliki keterampilan teknis mengolah tanaman herbal lokal. Tujuan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader mengenai kesehatan kulit geriatri serta memberikan keterampilan teknis pembuatan lulur herbal pegagan (Centella asiatica) dan kelor (Moringa oleifera) yang terstandardisasi, stabil, dan higienis. Metode: Metode pemberdayaan dilakukan secara partisipatif berbasis edukasi interaktif (ceramah dan diskusi), demonstrasi formulasi, serta redemonstrasi (praktik langsung secara berkelompok) yang dilaksanakan pada 18–20 Mei 2026 di STIKes Panti Waluya Malang dengan melibatkan 31 kader. Evaluasi keberhasilan menggunakan tes kognitif (pre-test dan post-test) serta lembar observasi keterampilan psikomotorik. Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan kader secara signifikan dari rata-rata pre-test 56,00 menjadi post-test 82,50 (peningkatan sebesar 23,27%). Pada aspek psikomotorik, rata-rata nilai redemonstrasi mencapai skor 100,00 (kategori Sangat Baik). Implikasi: Program ini menumbuhkan kemandirian kader kesehatan dalam memproduksi sediaan perawatan kulit lansia berbasis bahan alam lokal serta dapat diaplikasikan secara berkelanjutan di Posyandu Lansia. Kata Kunci : kader kesehatan; lulur herbal; pegagan; kelor; kulit lansia. AbstractBackground: Kasin Village, Malang City, has 31 health cadres in RW 04 facing problems with the high incidence of dry skin (xerosis) in the elderly, yet lacking technical skills to process local herbal plants. Objective: This Community Service (PkM) program aimed to enhance cadres' knowledge regarding geriatric skin health and provide technical skills in producing standardized, stable, and hygienic body scrubs from gotu kola (Centella asiatica) and moringa (Moringa oleifera) leaves. Methods: The participatory empowerment method included interactive education (lectures and discussions), formulation demonstration, and redemonstration (hands-on group practice) conducted on May 18–20, 2026, at STIKes Panti Waluya Malang involving 31 cadres. Evaluation was conducted using cognitive pre- and post-tests as well as psychomotor skill observation sheets. Results: Knowledge increased significantly, with average pre-test scores rising from 56.00 to 82.50 in the post-test (a 23.27% increase). In psychomotor skills, the average redemonstration score reached 100.00 (Very Good category). Implication: This program fosters health cadres' independence in producing local natural-based skin care formulations that can be sustainably applied in elderly health posts (Posyandu Lansia). Keywords: health cadres; herbal body scrub; gotu kola; moringa; elderly skin.