AbstrakDesa Wisata Hijau Bilebante di Kabupaten Lombok Tengah baru saja dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik Nasional dalam ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2025 dan akan mewakili Indonesia pada kompetisi Best Tourism Village 2026 yang diinisiasi UNWTO. Di balik pencapaian ini, mayoritas pelaku UMKM yang bergerak di bidang kuliner dan homestay dengan usia usaha 1–5 tahun belum memanfaatkan pemasaran digital secara optimal, khususnya Google Bisnis dan media sosial. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) kolaborasi Universitas Islam Al-Azhar dan Universitas Muhammadiyah Malang ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam mengoptimalkan Google Bisnis, menerapkan etika bisnis di media sosial, memahami konsep digital marketing secara holistik, serta menginternalisasi prinsip pariwisata berkelanjutan. Mitra sasaran adalah 20 pelaku UMKM Desa Bilebante yang direkomendasikan oleh Tim Penggerak PKK. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, praktik langsung pembuatan akun Google Bisnis, pendampingan penyusunan konten pemasaran digital, dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 85% berdasarkan observasi dan tanya jawab. Antusiasme peserta sangat tinggi, meskipun terkendala keterbatasan perangkat smartphone. Kegiatan ini menghasilkan output berupa 12 akun Google Bisnis baru, handout panduan langkah demi langkah, serta pemetaan kebutuhan pendampingan lanjutan pada aspek pencatatan keuangan dan packaging.. Kata kunci: pengabdian; google bisnis; digital marketing; etika digital; pariwisata berkelanjutan. Abstract Bilebante Green Tourism Village in Central Lombok Regency has recently been named Indonesia's Best Tourism Village at the 2025 Wonderful Indonesia Awards (WIA) and will represent Indonesia in the 2026 Best Tourism Village competition initiated by UNWTO. Behind this achievement, the majority of MSMEs engaged in culinary and homestay businesses with business ages ranging from 1 to 5 years have not optimally utilized digital marketing, particularly Google Business and social media. This Community Service Program (PKM), a collaboration between Al-Azhar Islamic University and Muhammadiyah University of Malang, aims to enhance the understanding and skills of MSME actors in optimizing Google Business, implementing business ethics on social media, comprehending digital marketing concepts holistically, and internalizing sustainable tourism principles. The target partners were 20 MSME actors from Bilebante Village recommended by the PKK Driving Team. Implementation methods included counseling, hands-on practice in creating Google Business accounts, mentoring on digital marketing content creation, and interactive discussions. The results showed an 85% increase in participants' understanding based on observations and Q&A sessions. Participants' enthusiasm was very high, despite constraints related to limited smartphone devices. The activity produced 12 new Google Business accounts, a step-by-step guide handout, and a mapping of further assistance needs in financial recording and packaging aspects. Keywords: community service; google business; digital marketing; digital ethics; sustainable tourism.