Praktik pemupukan pada sebagian besar petani kentang skala kecil di Kecamatan Pangalengan masih dilakukan berdasarkan pengalaman tanpa didukung pengukuran kondisi hara tanah. Kondisi tersebut menyebabkan penggunaan pupuk yang kurang efisien, meningkatnya biaya produksi, serta hasil panen yang tidak konsisten. Di sisi lain, pengujian laboratorium memerlukan biaya relatif tinggi dan waktu yang lama, sedangkan sensor NPK komersial yang tersedia memiliki akurasi yang bervariasi dan hasil pengukurannya sulit diinterpretasikan oleh petani. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam menerapkan pemupukan yang lebih tepat melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis sensor NPK portable terkalibrasi dan dashboard rekomendasi pemupukan berbasis web. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, pengujian dan kalibrasi sistem, demonstrasi penggunaan sensor, pelatihan penggunaan dashboard, pendampingan lapangan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mampu melakukan pengukuran unsur hara tanah secara mandiri, memahami interpretasi hasil pengukuran melalui dashboard, serta memperoleh rekomendasi pemupukan yang lebih spesifik sesuai kondisi lahan. Pendekatan penggunaan bersama sensor oleh kelompok tani juga mampu meningkatkan akses terhadap teknologi dengan biaya yang lebih terjangkau. Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, program ini membuka peluang penerapan manajemen pemupukan yang lebih efisien, mudah diterapkan, dan berpotensi mendukung produktivitas pertanian kentang secara berkelanjutan.