Anita Sriwaty Pardede, Minar Gultom2, Kristina Sinuraya
Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN SARI WORTEL (DAUCUS CAROTA) DALAM MENURUNKAN INTENSITAS DYSMENORRHEA PADA REMAJA PUTRI Anita Sriwaty Pardede, Minar Gultom2, Kristina Sinuraya
JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 8 No 2 (2026): JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
Publisher : AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/pkmhkj.v8i2.712

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia angka kejadian dismenore tipe primer adalah sekitar 54,89% sedangkan sisanya penderita dismenore sekunder. Upaya untuk mengurangi dismenore dapat dilakukan dengan terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Dismenore merupakan nyeri perut bagian bawah saat menstruasi yang dapat mengganggu aktivitas sehari – hari, rasa nyeri ini yang sering dirasakan oleh wanita usia subur hingga pergi ke pelayanan kesehatan untuk konsultasi terhadap nyeri yang dirasakan. Penyebab dari dismenore yaitu adanya faktor psikologis, faktor endokrin, faktor obstruksi kanalis servikalis, faktor alergi, dan faktor prostaglandin (Ferry, 2022). Di Indonesia angka kejadian dismenore adalah sebesar 107.673 jiwa (64,25%), yang terdiri dari 59.671 jiwa (54,89%) mengalami dismenore adalah nyeri saat menstruasi yang tanpa diikuti dengan adanya gangguan organ reproduksi dan 9.496 jiwa (9,36%) mengalami dismenore adalah nyeri saat menstruasi yang diikuti dengan adanya gangguan organ reproduksi atau kisaran. Dari data diatas diketahui masih banyak terdapat wanita yang mengalami dismenore. (Dewi Hartinah, 2023). Pada penelitian yang telah dilakukan oleh Hendra (2017) diperoleh hasil efek analgesik pemberian sari wortel yaitu 0,5 g/kgBB, 1 g/kgBB, 2 g/kgBB, 4 g/kgBB, dan 8 g/kgBB dengan efek analgesik berturut-turut adalah 17,71%, 27,04%, 36,77%, 56,02%, dan 41,25%. Penelitian ini dilakukan pada hewan percobaan yaitu mencit putih betina. (Hendra, 2017). Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian sari wortel (Daucus carota L) terhadap pengurangan intensitas dismenore pada siswi SMAN. Metodologi Penelitian: Desain yang digunakan adalah metode penelitian True Eksperimental dengan desain penelitian yaitu The Randomized PreTest-Post Test Control Grup Design. Subjek yang dipilih pada penelitian ini yaitu siswi yang berusia 16-19 tahun di SMAN X, dengan rencana penelitian yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok kedua ini diawali dengan pengisian lembar kuesioner intensitas nyeri Visual Analog Scale (VAS) untuk menilai intensitas dismenore sebelum diberikan perlakuan (pre-test) dan melakukan pengisian lembar kuesioner intensitas nyeri VAS untuk menilai intensitas dismenore setelah diberikan perlakuan (post-test). Penggunaan VAS ini dianggap paling akurat untuk menentukan penurunan intensitas dismenore karena kategori respons tidak terbatas dan validitas cara pengukuran ini sangat baik. (Notoatmodjo, 2012) Hasil: Penelitian ini diperoleh hasilnya adalah ada perbedaan sebelum dan sesudah pemberian sari wortel terhadap penurunan intensitas nyeri. Hasil uji statistik diperoleh nilai p value = 0,000, artinya ada pengaruh pemberian sari wortel (Daucus carota L) terhadap pengurangan intensitas dismenore pada siswi SMAN X. Kesimpulan: : Penelitian menyimpulkan ada perbedaan atau ada pengaruh pemberian sari wortel (Daucus carota L) sebelum dan sesudah perlakuan terhadap intensitas skala nyeri. Kata Kunci: Dismenore, Sari wortel, Intensitas, Nyeri, Remaja.