AbstrakMasalah limbah rumah tangga masih jadi isu lingkungan yang cukup serius di banyak tempat, termasuk RT 14 Dusun Mukti Sari, Kabupaten Muaro Jambi. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, kebiasaan mencampurkan sampah organik dan anorganik, membakar sampah, dan tingginya penggunaan plastik sekali pakai menjadi penyebab utama pengelolaan sampah yang belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan limbah rumah tangga dengan menerapkan konsep 3M, yaitu Menghabiskan Makanan, Memisahkan Sampah, dan Mengurangi Pemakaian Plastik Sekali Pakai. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif melalui observasi, wawancara, sosialisasi, praktik pemilahan sampah, pelatihan pembuatan kompos, serta monitoring dan evaluasi. Target kegiatan adalah pemuda Karang Taruna dan ibu-ibu rumah tangga di RT 14 Dusun Mukti Sari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya mengurangi sisa makanan, memilah sampah berdasarkan jenisnya, dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Masyarakat juga dapat mempraktikkan pemilahan sampah dan pengolahan sampah organik menjadi kompos dengan lebih baik dibandingkan sebelum kegiatan dilaksanakan. Selain itu, pemberian sarana berupa tempat sampah organik, tempat sampah anorganik, dan drum komposter turut mendukung keberlanjutan program. Meskipun masih ada kendala berupa keterbatasan fasilitas dan perubahan perilaku yang memerlukan waktu, kegiatan ini telah berhasil menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih ramah lingkungan. Dengan pendampingan dan edukasi yang berkelanjutan, penerapan konsep 3M diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Kata kunci: 3M; limbah rumah tangga; pengelolaan sampah; pemilahan sampah; pengurangan plastik sekali pakai; edukasi masyarakat. AbstractHousehold waste remains a significant environmental issue in many areas, including RT 14 Mukti Sari Hamlet, Muaro Jambi Regency. Low public awareness regarding waste management, the habit of mixing organic and inorganic waste, burning waste, and the high use of single-use plastics are the main factors contributing to suboptimal waste management practices. This community service program aimed to increase public knowledge and awareness of household waste management through the implementation of the 3M concept: Finishing Food, Separating Waste, and Reducing the Use of Single-Use Plastics. The methods employed were educational and participatory approaches, including observation, interviews, socialization sessions, waste-sorting practices, compost-making training, as well as monitoring and evaluation activities. The target participants were youth members of the Karang Taruna organization and housewives in RT 14 Mukti Sari Hamlet. The results indicated an improvement in community understanding of the importance of reducing food waste, sorting waste according to its type, and minimizing the use of single-use plastics. Community members were also able to practice waste segregation and process organic waste into compost more effectively compared to before the program was implemented. In addition, the provision of facilities such as organic waste bins, inorganic waste bins, and composting drums supported the sustainability of the program. Although challenges remain, including limited facilities and behavioral changes that require time, this program has successfully served as an initial step toward increasing public awareness of environmentally friendly household waste management. Through continuous assistance and education, the implementation of the 3M concept is expected to create a cleaner, healthier, and more sustainable environment. Keywords: 3M; household waste; waste management; waste segregation; reduction of single-use plastics; community education.