Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas program peningkatan kapasitas organisasi kemahasiswaan dalam penyuluhan diabetes melitus dan pemeriksaan kadar gula darah di Desa Wates, Simo, Boyolali Zahra Dahayu Komala Diantha; Arifah Sri Wahyuni; Insyiroh Suhaimah; Nadia Suryani Putri; Afwina Gyda Akmalia; Najwa Azzah Fadhilah; Nisa Aulia Rahma; Radian Akmal Abiyyu; Salsabila Meisya; Zana Sahya Locita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40770

Abstract

Abstrak Dewasa ini, Penyakit Tidak Menular (PTM) menyerang masyarakat usia dini dan terus meningkat pada usia remaja dan dewasa muda sekarang. Salah satu PTM dengan angka kejadian tinggi di Indonesia yaitu Diabetes Melitus (DM). Kasus DM di Kecamatan Simo berada pada urutan ke-6 di tingkat kabupaten. Namun, belum terdapat penyuluhan mengenai DM sebagai upaya prevensi penyakit tersebut. Oleh karena itu, kami melakukan pengabdian kepada warga Desa Wates yang merupakan salah satu desa di Kecamatan Simo, sebagai upaya pencegahan dini penyakit DM. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit DM baik dalam pencegahan maupun penanganannya serta melakukan pengecekan dini kadar gula darah. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan kesehatan mengenai penyakit DM, pemeriksaan kadar gula darah, dan evaluasi pre-posttest. Kegiatan ini diikuti oleh 31 peserta yang terdiri dari kader posyandu, anggota PKK, serta perangkat Desa Wates yang dilaksanakan di Balai Desa Wates, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali pada tanggal 14 Juli 2024. Hasil evaluasi menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata nilai pre-test dan post-test peserta berdasarkan uji t-berpasangan, tapi terjadi peningkatan rata-rata nilai pre-test ke post-test. Hal ini berkaitan dengan media penyuluhan yang digunakan yaitu leaflet dan slide presentasi yang menarik, sehingga meningkatkan perhatian peserta terhadap materi. Selain itu, tidak ada peserta yang memiliki kondisi hiperglikemia berdasarkan hasil pemeriksaan kadar gula darah. Kegiatan pengabdian yang mencakup penyuluhan dan pemeriksaan kadar gula darah ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta mengenai penyakit DM serta memberikan fasilitas pengecekan dini kadar gula darah bagi peserta. Kata kunci: penyuluhan; PPKO; diabetes melitus Abstract Nowadays, Non-Communicable Diseases (NCDs) are affecting younger populations, with incidence rates continuing to rise among adolescents and young adults. One NCD with a high prevalence in Indonesia is Diabetes Mellitus (DM). In Simo District, the incidence of DM ranks sixth at the regency level; however, there have been no educational programs regarding DM aimed at preventing the disease. Therefore, we carried out a community service programme for the residents of Wates Village, which is one of the villages in Simo Sub-district, as an early prevention effort against DM. This community service programme aimed to improve public knowledge regarding DM, both in terms of prevention and management, as well as to conduct early blood sugar level checks. The methods used included health education on diabetes, blood glucose level checks, and pre-posttest evaluations. This activity was attended by 31 participants comprising posyandu cadres, members of the PKK, and village officials from Wates Village, held at the Wates Village Hall, Simo Sub-district, Boyolali Regency, Central Java Province on 14 July 2024. Evaluation results indicate no statistically significant difference between the participants' mean pre-test and post-test scores based on the paired t-test, although an increase in the mean score was observed. This outcome is attributed to the educational media employed—specifically leaflets and engaging presentation slides—which heightened participant attention to the material. Furthermore, blood glucose screening revealed no instances of hyperglycemia among the participants. This community service initiative, comprising health education and blood glucose screening, successfully improved participants' knowledge of diabetes mellitus and provided them with access to early blood glucose testing. Keywords: health education; PPKO; diabetes mellitus