Solidaritas sosial merupakan elemen fundamental dalam menjaga keberlangsungan organisasi mahasiswa kedaerahan sebagai wadah pengembangan diri, penguatan identitas kedaerahan, dan pembentukan hubungan sosial di antara mahasiswa perantau. Namun, perubahan organisasi yang dipengaruhi oleh tuntutan akademik, menurunnya partisipasi anggota, serta perkembangan kondisi organisasi telah memengaruhi dinamika solidaritas sosial di dalam organisasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika solidaritas sosial di kalangan anggota Organisasi Keluarga Mahasiswa Jakarta Raya UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan mengkaji pola interaksi sosial, faktor-faktor pendukung dan penghambat, serta strategi organisasi dalam mempertahankan solidaritas antaranggota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori solidaritas sosial Émile Durkheim, khususnya konsep solidaritas mekanik dan solidaritas organik, digunakan sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solidaritas sosial dalam organisasi mengalami dinamika yang terus berkembang, yang tercermin dari menurunnya intensitas partisipasi anggota akibat tanggung jawab akademik, komitmen pribadi, keterbatasan program organisasi, serta tantangan dalam komunikasi. Meskipun demikian, solidaritas tetap terpelihara melalui adanya identitas kedaerahan yang sama, komunikasi yang efektif antaranggota, koordinasi yang kuat dalam struktur organisasi, dukungan alumni, serta berbagai kegiatan organisasi yang memperkuat rasa memiliki secara kolektif. Temuan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan solidaritas sosial dalam organisasi mahasiswa kedaerahan bergantung pada kemampuan organisasi dalam membangun interaksi yang berkesinambungan, memperkuat identitas kolektif, serta mengadaptasi strategi organisasi terhadap perubahan kondisi sosial yang dialami para anggotanya.