Sampah menjadi permasalahan serius di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di lingkungan pedesaan. Desa Banjarsari, Kecamatan Sukatani, merupakan salah satu wilayah yang menghadapi permasalahan pada aspek lingkungan hidup, pendidikan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan serta mendeskripsikan upaya penanganan permasalahan masyarakat pada ketiga bidang tersebut melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Pelita Bangsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan masyarakat, perangkat desa, guru, dan pelaku UMKM sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan adanya sekitar 17 titik tumpukan sampah campuran yang terdiri atas sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya dan beracun (B3). Pada bidang pendidikan, ditemukan sejumlah anak usia sekolah dasar, khususnya di Dusun 3, yang masih mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis. Sementara itu, pada bidang UMKM, sebagian besar pelaku usaha masih menggunakan metode pemasaran dan transaksi secara konvensional serta belum optimal dalam memanfaatkan teknologi digital. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, dilakukan beberapa program intervensi, yaitu bimbingan belajar, sosialisasi dan pengelolaan sampah melalui pembuatan insinerator serta budi daya maggot, dan pembuatan banner sebagai media branding UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menjadi salah satu upaya dalam mendukung penyelesaian permasalahan lingkungan, pendidikan, dan UMKM di tingkat desa.