Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Gangguan Mental Pseudobulbar Affect Karakter Arthur Fleck di Film Joker (2019) pada Unsur Sinematografi (Analisis Semiotika Roland Barthes) Dimas Nur Riffa’i; Yumelda Sari
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3303

Abstract

Film sebagai produk media komunikasi massa memiliki kekuatan besar untuk merepresentasikan isu sosial secara mendalam, termasuk memengaruhi pandangan publik terhadap fenomena gangguan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis representasi gangguan mental karakter Arthur Fleck yang digambarkan secara eksklusif melalui operasionalisasi unsur sinematografi visual dalam film fiksi Joker (2019). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode analisis Semiotika Roland Barthes melalui tiga tahapan signifikasi: denotasi, konotasi, dan mitos. Unit analisis difokuskan pada sekuens adegan yang secara eksplisit memperlihatkan momen serangan gangguan saraf Pseudobulbar Affect (PBA). Analisis data ditekankan pada pembedahan bahasa kamera, seperti ukuran gambar, sudut pandang, tata cahaya, dan komposisi warna, dalam merepresentasikan paradoks emosi tawa, tangis, sedih, dan bahagia. Hasil penelitian membuktikan bahwa instrumen sinematik beroperasi secara otonom sebagai sistem tanda untuk mengonstruksi evolusi mental karakter, dari isolasi dan penderitaan mendalam hingga lahirnya identitas anarki. Secara tingkat mitos, penelitian ini membongkar ideologi bahwa penolakan masyarakat dan kegagalan institusi sosial secara sistematis memproduksi kekerasan akibat ketiadaan ruang empati bagi penyandang disabilitas mental.