Ahmad Fatoni Karim Amirullah
Universitas Pendidikan Mandalika Lombok, Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI KOLABORATIF POKDARWIS, PEMERINTAH DESA, DAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SERTA PEMASARAN DESA WISATA SESAOT, LOMBOK BARAT Ira Dianti; Ahmad Fatoni Karim Amirullah; Fermatika Oktavia Hanna; Ridho Rafqi Ilhamalimy
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 9, No 2 (2026): JIMB - VOLUME 9 NOMOR 2 SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v9i2.41345

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kolaboratif antara Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pemerintah desa, dan masyarakat dalam pengelolaan serta pemasaran Desa Wisata Sesaot, Lombok Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian terdiri atas pengurus Pokdarwis, perangkat pemerintah desa, pengelola objek wisata, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, tokoh masyarakat, serta masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pariwisata. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pokdarwis berperan dominan dalam pengelolaan operasional, pelayanan wisatawan, pemeliharaan fasilitas, dan promosi destinasi. Pemerintah desa memberikan dukungan melalui kebijakan, fasilitas, pendanaan, dan fasilitasi kerja sama, sedangkan masyarakat berkontribusi dalam penyediaan jasa wisata, pengembangan UMKM, pelayanan wisatawan, serta pelestarian lingkungan. Kolaborasi telah berlangsung melalui musyawarah, gotong royong, pengelolaan fasilitas, dan pelaksanaan kegiatan wisata, tetapi belum sepenuhnya efektif karena pembagian tugas, koordinasi, dan distribusi manfaat ekonomi belum optimal. Pemasaran masih mengandalkan media sosial dan promosi dari mulut ke mulut, dengan keterbatasan pada konsistensi konten, kemampuan digital, anggaran, dan pengembangan paket wisata. Penelitian merekomendasikan penguatan kelembagaan Pokdarwis, peningkatan kapasitas pemasaran digital, pembagian peran yang jelas, pengembangan paket wisata terpadu, serta perluasan kemitraan eksternal.