Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan pembelajaran menggunakan infokus di Sanggar Bimbingan Pandan Jaya Kuala Lumpur (Malaysia). Penelitian ini mengungkap melalui lima garis besar yaitu perencanaan pengelolaan pembelajaran, pengorganisasian pengelolaan pembelajaran, pelaksanaan pengelolaan pembelajaran, pengawasan pengelolaan pembelajaran, faktor penghambat dan penunjang pengelolaan pembelajaran. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Data penelitian ini adalah data primer yang berasal dari narasumber dan data sekunder dari dokumen resmi yang dikeluarkan pemerintah dan data pendukung berupa dokumentasi. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Perencanaan yang dilaksanakan di Sanggar Bimbingan Belajar (SB) Pandan Jaya, dilakukan secara sistematis dan terstruktur dengan tiga tahapan utama: evaluasi kebutuhan, pembuatan materi pembelajaran, dan uji coba materi. 2) Pengorganisasian yang dilaksanakan di Sanggar Bimbingan Belajar Pandan Jaya dengan memberikan wewenang, mengatur jadwal, dan membagi tugas. 3) Pelaksanaan di SB Pandan Jaya memiliki kepemimpinan yang kuat, motivasi yang konsisten, pembelajaran interaktif, dan hubungan guru-siswa yang kuat. 4) Pengawasan dilaksanakan dengan melakukan penilaian, penulisan laporan, dan pengelolaan situasi kelas untuk menjaga kondusifitas. 5) Penggunaan infokus mengalami beberapa hambatan seperti keterbatasan anggaran, masalah teknis, dan pembuatan bahan ajar namun memiliki banyak faktor yang menunjang seperti penggunaan infokus terbukti mendukung proses belajar mengajar karena mempercepat waktu pembelajaran dan menyajikan materi secara visual, membuat siswa lebih mudah memahami konsep-konsep yang abstrak.