Perusahaan ritel memerlukan struktur modal yang optimal untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan usaha. Selama periode 2021–2025, nilai penjualan beberapa perusahaan ritel cenderung mengalami peningkatan, namun persentase pertumbuhan penjualannya menunjukkan kondisi yang berfluktuasi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan penjualan belum tentu diikuti oleh perubahan struktur modal perusahaan. Selain pertumbuhan penjualan, struktur aset, likuiditas, dan risiko bisnis juga diduga menjadi faktor yang memengaruhi struktur modal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan penjualan, struktur aset, likuiditas, dan risiko bisnis terhadap struktur modal pada perusahaan ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 13 perusahaan dengan 65 data observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pertumbuhan penjualan, struktur aset, dan risiko bisnis tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal, sedangkan likuiditas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Dengan demikian, likuiditas menjadi faktor yang berperan dalam menentukan struktur modal, sedangkan keputusan struktur modal perusahaan dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor keuangan secara bersama-sama. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain, seperti profitabilitas, ukuran perusahaan, dan kebijakan dividen, serta memperluas periode penelitian agar mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi struktur modal.