Pesatnya perkembangan teknologi digital di era industri 4.0 menuntut inovasi media pembelajaran matematika yang mampu mendorong kemandirian belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada kemandirian belajar matematika antara siswa kelas X yang menggunakan aplikasi Qanda sebagai media pembelajaran dengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional pada materi trigonometri; dan (2) mengetahui apakah terdapat peningkatan yang signifikan pada kemandirian belajar matematika siswa sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi Qanda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel terdiri dari 63 siswa kelas X SMAN 3 Parepare yang dipilih melalui teknik Cluster Random Sampling, terbagi menjadi kelas eksperimen (n=31) yang menggunakan aplikasi Qanda dan kelas kontrol (n=32) yang menggunakan pembelajaran konvensional selama 4 pertemuan. Data dikumpulkan melalui instrumen tes uraian dan dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, independent sample t-test, dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan signifikan kemandirian belajar antara kelas eksperimen (mean=74,19) dan kelas kontrol (mean=63,67) dengan nilai sig.=0,045<0,05; dan (2) terdapat peningkatan signifikan kemandirian belajar kelas eksperimen dengan peningkatan rata-rata sebesar 29,03 poin dan sig.<0,001. Disimpulkan bahwa aplikasi Qanda efektif sebagai media pembelajaran matematika untuk membentuk kemandirian belajar siswa di era digital.